Jangan Ngaku Penggemar Wine Sebelum Datang ke Thailand

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Thailand

Jangan Ngaku Penggemar Wine Sebelum Datang ke Thailand

- detikTravel
Jumat, 30 Nov 2012 16:46 WIB
Jangan Ngaku Penggemar Wine Sebelum Datang ke Thailand
Lembah Khao Yai yang indah dengan perkebunan anggur (Fitraya/detikTravel)
Khao Yai - Lembah hijau membentang di depan mata, matahari membelai hangat deretan pohon anggur yang membentuk garis panjang dan rapi. Tempat ini melahirkan wine di Thailand. Para penggemar wine, harus datang ke Khao Yai.

Cantik, itulah kesan pertama saya sembari menikmati perkebunan anggur di PB Valley Khao Yai Winery di Khao Yai, Provinsi Nakhon Ratchasima. Kawasan pegunungan ini hanya berjarak 2 jam perjalanan ke arah timur laut Bangkok.

Saya tidak sendiri, ada ratusan orang dari pelaku usaha wisata dan wartawan termasuk detikTravel yang dibawa Tourism Authority of Thailand pada Jumat (26/11/2012). Pagi itu kami diajak ke sana untuk tur ke tengah perkebunan anggur di Khao Yai. PB Valley punya 400 hektar kebun anggur untuk wine dan merupakan perkebunan anggur yang pertama di Thailand.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasaran saya dengan anggur untuk wine. Bentuknya lebih kecil dibandingkan anggur buah yang biasa kita makan.

"Ini Tempranillo dari Spanyol," kata Ket, gadis yang mendampingi saya melihat-lihat kebun anggur.

Mulutnya lancar menceritakan proses penanaman anggur di PB Valley. Saat kemarau, daun anggur dibuat meranggas dengan cara dipangkas. Pada musim hujan, daun dibiarkan tumbuh dan anggur bermunculan. Pada Januari, anggur pun dipanen.

Ket lantas membawa kami ke pabrik anggur. Dia menjelaskan kalau PB Valley dibangun oleh Dr Piya Bhirombhakdi pada 1989. Butuh 9 tahun sebelum anggur pertama dipanen pada 1998. Mulai saat itu, dimulailah industri wine yang kemudian banyak memenangkan penghargaan.

PB Valley punya 3 jenis wine, Sawasdee, PB Reserve dan Pirom Khao Yai. Anggur yang dipanen, dihancurkan dan difermentasikan, kemudian didiamkan selama satu tahun dalam gentong atau tanki. Kemudian barulah anggur diolah menjadi red wine dan white wine.

Nyesss! Aroma wine fermentasi menyengat hidung saat kami masuk ke gudang penyimpanan anggur. Gentong-gentong anggur dari kayu oak asli dibawa dari Eropa, ditumpuk bersusun dalam ruang berpendingin udara. Ket juga membawa kami berkeliling dari melihat ruang penyimpanan berbentuk tanki baja raksasa sampai proses pembotolan.

Wine Tour PB Valley dilakukan sehari tiga kali, pukul 10.30, 13.30, dan 15.30 waktu Bangkok. Di akhir tur, wisatawan juga mendapat kesempatan untuk wine tasting dari aneka produk wine buatan PB Valley. Tur selama 90 menit ini disudahi dengan kunjungan ke toko wine milik PB Valley.

Di toko ini, wisatawan bisa membawa oleh-oleh aneka white wine dan red wine mulai THB 590 (Rp 185.000). Wine premium PB Valley, bermerk Pirom dijual THB 1.250 (Rp 392.000).

Nah, kalau Anda bukan peminum wine, jangan kuatir. Masih banyak oleh-oleh lain yang bisa dibeli seperti aneka produk kecantikan berbahan anggur, selai anggur dan jus anggur yang bebas alkohol.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads