Danau terbesar di Papua adalah Danau Sentani. Danau ini berjarak sekitar 1 jam dari ibukota provinsi Papua, Jayapura. detikTravel dan tim Dream Destination. Papua berkesempatan untuk datang ke pulau ini pada Kamis (29/11/2012).
Mobil yang kami tumpangi berhenti di pinggir Danau Sentani. Beberapa kapal terlihat berjejer rapi di tepiannya. Dermaga kayu kecil menjadi batas pemisah daratan dan danau ini. Panasnya matahari, tak mampu mengalahkan rasa takjub di depan mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami akan menyusuri Danau Sentani dengan menggunakan perahu. Perahu bermesin ini mampu memuat sekitar 15 orang. Perahu kecil yang memang biasa dipakai untuk mengitari danau ini.
Dengan harga Rp 300 ribu, kami sudah naik ke atas perahunya. Kami dijanjikan untuk berkeliling mengitari Danau Sentani. Rasanya tak sabar!
Perahu mulai meninggalkan dermaga pelan-pelan. Semua rombongan pun secepat kilat mengeluarkan kamera. Tentu, pemandangan di depan mata ini sulit dipercaya.
Danau Sentani benar-benar luas. Saat berada di atas kapalnya, Anda akan merasa sedang di lautan. Hembusan angin membuat airnya bergelombang. Cipratan air pun membasahi beberapa rombongan. Badan pun bergoyang-goyang.
Langit yang biru jernih tanpa polusi menjadi 'atap' kami. Perbukitan hijau di tepian danaunya membuat pemandangan ini makin memikat hati. Beberapa perahu kecil pun berpapasan dengan kami. Keramahan antar masyarakatnya pun amat terasa di sini.
Kami diajak melihat perumahan harmonis di tepian pulau di tengah danaunya. Rumah-rumah dari kayu itu berderet rapi. Jarang sekali sampah terlihat di bawah rumahnya, harmonis sekali.
Perahu kemudian mendarat di Pulau Asei Besar. Di sinilah masyarakat Asei Besar menetap dan menjadi daya tarik bagi wisatawa. Ya, di sini Anda dapat berburu suvenir lukisan kulit kayu.
Lukisan ini hanya ada di Papua. Masyarakat Asei Besar melukis beberapa motif seperti cendrawasih, buaya, dan lanskap pulau Papua di atas kayu yang diambil dari pohon malo. Harganya mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 500 ribu per potong. Kami pun berbelanja suvenir khas ini.
Puas berbelanja, kini perjalanan kembali dilanjutkan mengitari Danau Sentani. Sekali lagi, danau ini mampu mencuri hati. Tak bosan rasanya memandangi pemandangan danau ini.
Danau Sentani adalah bukti betapa kayanya tanah Papua. Sulit untuk tidak jatuh cinta dengan Danau Sentani. Datanglah dan silakan mengitari danaunya sepuas hati, rasanya ingin tinggal selamanya di pulau-pulau di danau ini.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong