Nyanyian 'Madu dan Racun' di Sungai Mekong
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Vietnam

Nyanyian 'Madu dan Racun' di Sungai Mekong

- detikTravel
Kamis, 20 Des 2012 18:47 WIB
Nyanyian Madu dan Racun di Sungai Mekong
(Taufik Wijaya/ detikTravel)
Ho Chi Minh City - Masih ingat lagu 'Madu dan Racun' yang dipopulerkan Ari Wibowo dan Jamal Mirdad? Siapa sangka, lagu lawas ini terus dinyanyikan oleh kelompok pengamen di Pulau Barong, delta Sungai Mekong, Vietnam. Penasaran?

Para turis yang menikmati Pulau Barong akan dihibur oleh lagu lawas asli Indonesia, 'Madu dan Racun'. Seperti saat detikTravel datang ke Pulau Barong, Rabu (19/12/2012). Tak cuma menyanyi, para pengamen ini juga memetik gitar atau kecapi.

"Saya suka Madu dan Racun," kata Tao, salah satu penyanyi dari kelompok pengamen yang dipimpin veteran Perang Vietnam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita yang mengenakan pakaian tradisional Vietnam berwarna hijau muda itu pun berusaha menghibur para turis. Tentu saja, wisatawan asal Indonesia dan Malaysia yang ada di sebuah kafe sontak tersenyum dan tertawa.

"Madu di tangan kanan mu
Racun di tangan kiri mu
Aku tak tahu mana yang
Akan kau berikan padaku"

Pulau Barong adalah salah satu tujuan wisata di delta Sungai Mekong. Menuju pulau ini, turis bisa menggunakan perahu tongkang bermesin. Sesampainya di Pulau Barong, para turis akan diajak ke tempat pembuatan makanan tradisional sebelum dibawa ke kafe madu kelengkeng. Di kafe ini para turis diberi madu, arak banana, dan asinan buah secara gratis.

Setelah menikmati hidangan secara gratis, para turis pun ditawari madu yang dijual sekitar 200 Dong (Rp 100 ribu) per botol. Mereka pun menerima uang dalam bentuk apa pun. Dong, rupiah, maupun dolar.

Setelah itu, para turis diajak ke kafe buah. Di kafe ini, hidangan berupa pisang, nanas, sawo, serta teh juga dihidangkan secara gratis. Para tamu kemudian dihibur pertunjukkan musik tradisional, dan dibebaskan memberikan tips.

Dijual pula sejum lah suvenir dengan harga 50-300 Dong (Rp 25-150 ribu). Mulai dari gantungan kunci, pakaian, patung, serta mainan.

Nah, yang mengasyikkan, saat meninggalkan pulau tersebut para turis dibawa menggunakan sebuah perahu menyusuri anak sungai. Perahu bermuatan 4 orang ini didayung oleh dua orang, depan dan belakang. Menariknya, mereka ini biasanya suami-istri.

Perahu ini pun membawa para penumpang ke perahu tongkang di muara anak sungai di Pulau Barong. Bayarannya? Ya, terserah para turis. Umumnya para turis memberikan tips sekitar 50-100 Dong atau Rp 25-50 ribu.

(sst/sst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads