Pasar terapung di Kalimantan Selatan Tak hanya menjadi lokasi belanja, tapi juga tempat wisata. Nyatanya, bukan cuma Indonesia saja yang punya pasar di atas sungai, Thailand juga ada. Apa bedanya ya?
Mungkin selama ini banyak orang mengira pasar terapung hanya dimiliki Indonesia, yaitu di Kalimantan Selatan. Tapi ternyata tidak, Negeri Gajah Putih juga punya pasar terapung yang dilirik banyak turis. Kalau di Indonesia ada Pasar Terapung Lok Baintan dan Muara Sungai Kuin, Thailand punya lebih banyak, seperti Damnoen Saduak, Taling Chan, dan Bang Khu Wiang.
Sama seperti di Indonesia, pasar terapung di Thailand juga sudah ada sejak dulu dan dilakukan di atas aliran sungai. Seluruh pedagang menjajakkan barangnya di atas sampan, sambil mendayung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesamaan lain yang juga dimiliki pasar terapung di Indonesia dan Thailand adalah waktu buka. Baik pasar terapung yang ada di Indonesia maupun di Thailand, buka sejak subuh hingga siang hari. Misalnya pasar Bang Khu Wiang, pasar ini buka mulai pukul 04.00-07.00 waktu setempat. Waktu buka pasar ini sama seperti waktu operasi pasar terapung di Muara Sungai Kuin, Kalsel.
Jadi, kalau ingin melihat keramaian dan hiruk-pikuk pasar di atas sungai, turis harus datang sejak subuh. Telat sedikit, bisa-bisa pasar sudah sepi pedagang.
Namun ada satu hal yang membuat pasar terapung di Indonesia dan Thailand berbeda, yaitu lokasi. Kalau pasar terapung di Indonesia berada di atas aliran sungai yang besar, seperti Pasar Terapung Muara Sungai Kuin, tidak dengan yang ada di Thailand.
Di Thailand, pasar terapung tidak semuanya berada di atas aliran sungai. Ada pula pasar terapung yang ternyata hanya berada di atas kanal kecil, yaitu Pasar Terapung Damnoen Saduak. Meski begitu, kedunya tetap ramai dikunjungi turis, bahkan menjadi pasar yang paling dikenal wisawatan dalam dan luar negeri.
Jika pernah datang ke Pasar Terapung Muara Sungai Kuin di Kalsel, mungkin Anda akan menemukan atmosfer yang cukup mirip di Damnoen Saduak. Ada banyak perahu yang memenuhi aliran sungai sejak dini hari, lengkap dengan aneka dagangan.
Hanya saja, yang membuat Pasar Terapung Muara Sungai Kuin lebih menarik adalah keberadaan restoran perahu. Mungkin belum pernah terbayangkan di benak Anda seperti apa restoran perahu ini. Kalau di rumah makan di pasar terapung Thailand biasanya berada di bangunan pinggir sungai, tidak dengan restoran perahu.
Sesuai namanya, restoran perahu adalah tempat makan yang berada di dalam perahu kayu. Seperti gerobak, perahu ini akan berkeliling pasar dan berhenti jika ada yang ingin membeli. Namun ada pula yang berhenti di satu titik saja, kemudian pengunjung yang ingin makan bisa mendekatkan perahunya ke restoran perahu ini.
detikTravel pun pernah mencoba bagaimana serunya makan di atas restoran apung beberapa waktu lalu. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin hanya cukup untuk 8 orang.
Masuk ke dalam, Anda bisa melihat dapur yang digunakan untuk memasak, dan ruang makan sederhana untuk tamu. Biasanya, menu yang ditawarkan adalah soto Banjar dan sate ayam. Turis yang datang pasti bisa merasakan serunya sensasi makan sambil bergoyang di atas perahu kayu.
Untuk menjangkau pasar terapung di Muara Sungai Kuin, Banjarmasin, Anda bisa datang dari dermaga Sungai Kuin Utara. Sejak pukul 04.00 Wita sudah banyak perahu yang bersandar siap disewa pengunjung. Hanya saja, harga yang dipatok cukup mahal, yaitu sekitar Rp 175.000. Satu perahu bisa diisi 11-15 orang. Di Thailand, turis bisa menyewa perahu seharga 300 Baht atau Rp 96.000 untuk sekali keliling.
Selama perjalanan dari dermaga hingga lokasi, baik di pasar terapung Thailand atau Indonesia, turis akan disajikan dengan pemandangan rumah penduduk dan segala aktivitasnya. Tapi ada satu hal yang membuat Pasar Terapung di Banjarmasin lebih seru, yaitu Pulau Kembang.
Ya, datang ke Pasar Terapung Muara Sungai Kuin, Anda tidak hanya bisa melihat aktivitas pasar dan penduduk di sekitar. Turis juga bisa singgah di Pulau Kembang yang ada di tengah sungai.
Masuk ke dalam, pelancong bisa melihat pulau yang tak dihuni manusia. Pulau Kembang hanya dihuni oleh monyet ekor panjang (Macaca fasciculari) dan sedikit bekantan (Nasalis larvatus).
(/)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas