detikTravel mengunjungi Kelenteng Sin Tek Bio, pada Senin (4/2/2012). Seperti kelenteng-kelenteng lainnya di Jakarta, Kelenteng Sin Tek Bio juga sedang mempercantik diri untuk menyambut Imlek yang jatuh pada tanggal 10 Februari nanti.
"Kelenteng ini tidak tutup semalam suntuk dari Sabtu malam hingga Minggu malam. Para umat dapat bersembahyang di sini saat Imlek nanti," kata Ketua Vihara Dharma Jaya, Kelenteng Sin Tek Bio, Santoso Wiyoto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya informasi memang menyulitkan wisatwan untuk datang ke kelenteng ini. Tidak ada papan penjelas atau petunjuk arah menuju kelenteng tersebut. Anda harus bertanya pada tukang parkir atau pedagang setempat untuk mengetahui letak Kelenteng Sin Tek Bio.
Setelah memasuki gang kecil, jangan hentikan langkah Anda. Sekitar 100 meter berjalan kaki, Anda akan tiba di pintu gerbang Kelenteng Sin Tek Bio.
"Kelenteng ini sudah ada sejak tahun 1698, sebelum adanya Pasar Baru ini," lanjut Santoso menjelaskan.
Kelenteng Sin Tek Bio memiliki 3 altar besar, satu altar di lantai atas dan 2 lainnya di lantai dasar. "Altar Hok Tek Cheng Shin yang berisi patung dewa bumi dan rejeki adalah tuan rumah di sini," ungkap Santoso.
Ratusan lilin berwarna merah ada di sebelah kiri dan kanan ruangan. Perabotan yang juga berwarna merah menghiasi sudut-sudut ruangan. Tapi, ada satu pemandangan yang tidak biasa. Di bagian dalam, tengah-tengah kelenteng, terdapat dua patung naga besar yang melilit di tiang bangunan. Matanya pun menyala!
"Patung naga ini sudah ada sejak dulu. Naga sudah menjadi bagian dari tradisi umat kami," kata Santoso.
Patung naga ini menjadi pemandangan yang berbeda di dalam klenteng. Asyiknya lagi, wisatawan boleh datang ke dalam kelenteng dan memotret naga-naga tersebut.
"Meski di gang kecil, tapi umat tidak pernah mengeluh dan klenteng ini selalu ramai oleh umat yang datang darimana saja saat Imlek. Memang, pemerintah kurang perhatian dan sibuk mengurus dirinya masing-masing," tegas Santoso.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
11 Bandara Papua Ditutup