Tak hanya soal kuliner, Palembang juga memiliki banyak destinasi menarik. Siap-siap terpukau oleh jembatan yang besar dan gagah, pulau kecil di tengah sungai, benteng dan masjid agung yang cantik. Ini dia 6 tempatnya!
Berlibur ke Palembang, dapat menjadi agenda traveling Anda selanjutnya. Apalagi bagi penggemar wisata kuliner, Anda harus coba pempek asli Palembang yang rasanya terkenal mantap!
Tapi siapa sangka, rupanya ada banyak obyek wisata di ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini. Saat mengelilingi kotanya, Anda akan menemukan beragam tempat menarik. Ada keindahan alam, sungai besar, hingga bangunan-bangunan bersejarah yang tersebar di Palembang. Beberapa tempatnya pun dapat menjadi background keren untuk foto-foto Anda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Jembatan Ampera
Belum sah ke Palembang, jika Anda belum menginjakan kaki di Jembatan Ampera. Jembatan ini adalah ikon sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Palembang. Jembatan yang membelah Sungai Musi dan mempunyai panjang 1.117 m serta lebar 22 m, pernah menjadi salah satu jembatan terbesar se-Asia Tenggara!
Jembatan Ampera menghubungkan daerah Seberang hulu dan Seberang hilir yang dipisahkan Sungai Musi. Jembatan ini adalah 'tulang punggung' bagi kehidupan masyarakat Palembang. Sebelum ada jembatan ini, masyarakat yang ingin pergi ke hulu atau sebaliknya, cukup kerepotan karena harus menyeberang Sungai Musi.
Tapi, Jembatan Ampera juga dapat menjadi destinasi yang menarik bagi traveler. Anda bisa memandangi jembatan ini dari sekitar Sungai Musi dan memotretnya dari dekat. Anda pun juga bisa melintas di atas jembatannya sambil melihat luasnya Sungai Musi yang menakjubkan.
Keindahan Jembatan Ampera akan terasa spesial saat malam hari. Puluhan lampu yang cantik akan menghiasi jembatan ini. Bagi Anda yang gemar fotografi, dapatkan kecantikan jelita Jembatan Ampera saat bermandikan cahaya.
2. Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak adalah benteng yang kokoh nan gagah dan mempunyai nilai sejarah. Benteng ini dulunya dipakai sebagai pertahanan menghadapi penjajah Belanda. Kerennya lagi, benteng ini tidak diberi nama orang-orang Eropa, seperti benteng-benteng lainnya di Indonesia.
Benteng Kuto Besak telah berdiri sejak abad ke-17. Benteng ini merupakan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam yang memerintah pada tahun 1550-1823. Pembangunan benteng ini memakan waktu 17 tahun lamanya, dengan dikerjakan oleh masyarakat Palembang dan China pada masa lampau.
Benteng ini pun letaknya cukup strategis. Di sebelah selatan berbatasan dengan Sungai Musi, Sungai Sekanan di sebelah barat, Sungai Kapuran di sebelah utara dan Sungai Tengkuruk di sebelah timur. Tentu saja, pemandangan cantik akan terlihat dari benteng tersebut. Benteng Kuto Besak memiliki panjang 288,75 m dan lebar 183,75 m. Selain Jembatan Ampera, benteng ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Palembang.
3. Pulau Kemaro
Ingin melihat Pagoda di Palembang? Pulau kemaro adalah tempatnya. Pulau Kemaro ini terletak di tengah delta Sungai Musi dan menjadi destinasi yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Palembang. Pulau ini juga menyimpan kisah cinta tragis seorang Putri Raja.
Nama Kemaro itu sendiri diambil karena pulau ini tidak pernah banjir (alias selalu kemarau), walaupun Sungai Musi meluap dan banjir. Setibanya di pulau ini, nuansa Tionghoa terasa begitu kental. Ada pagoda dengan 9 lantai yang menjulang tinggi dan menjadi daya tarik wisatawan. Pagoda tersebut dibangun pada tahun 2006. Selain pagoda, ada juga Kelenteng Hok Tjing Rio dan patung Buddha di tepian sungai.
Satu lagi pesona dari Pulau Kembang, yaitu pohon cinta. Pohon cinta adalah sebuah pohon beringin yang sudah cukup tua dengan ranting yang sangat rimbun. Konon, apabila seseorang menuliskan nama dirinya dan pasangannya di pohon cinta tersebut, maka jalinan cinta mereka akan semakin langgeng. Mau coba?
Selain itu, masih ada makam Siti Fatimah, putri Raja Palembang. Anda bisa berwisata sejarah atau mengetahui kisah percintaan hidupnya yang tragis. Untuk tiba di Pulau Kamoro, Anda bisa menyewa perahu dari benteng Kuto Besak atau di tepian Sungai Musi.
4. Kampung Kapitan
Tahukah Anda, Palembang ternyata juga mempunyai Chinatown. Tidak percaya? Datang saja ke Kampung Kapitan. Tempat ini merupakan sisa peninggalan masyarakat Tionghoa di Palembang.
Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, masyarakat palembang dan etnis Tionghoa memiliki kekerabatan yang akrab. Hal tersebut pun masih berlangsung hingga sekarang. Nah, di Kampung Kapitan inilah Anda dapat melihat bangunan-bangunan asli masyarakat Tionghoa yang tidak berubah sejak zaman dulu.
Meski informasi yang Anda dapatkan minim, tapi bangunan bergaya arsitektur Tionghoa akan memanjakan pandangan. Di dalam Kampung Kapitan terdapat 15 komplek bangunan berupa rumah panggung. Kapitan berasal dari panggilan seorang Kapitan China di Palembang bernama Kapitan Tjoa Ham Hin. Dia sekaligus merupakan Kapitan China terakhir di Kota Palembang.
Bagi penggemar fotografi, rumah-rumah di sini akan menjadi objek yang menarik. Di tengah-tengah kampungnya, terdapat taman yang hijau nan asri. Segar!
5. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Mau tahu sejarah tentang Kerajaan Sriwijaya dan sejarah Kota Palembang? Datang saja ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Terletak di dekat Sungai Musi, tepatnya di Jl Sultan Mahmud Badaruddin II no 2, museum ini menyimpan 556 koleksi benda bersejarah dari peninggalan kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.
Tiket masuk Museum Sultan Badaruddin II hanya sebesar Rp 3.000 saja dan museumnya buka setiap hari. Saat memasuki museum ini, Anda seolah akan terlempar ke ratusan tahun silam.
Bangunan museumnya sendiri sudah ada sejak tahun 1700-an. Di dalamnya Anda akan menemukan koleksi arkeologi hingga koleksi historika, seperti prasasti, kain songket khas Palembang naskah kuno, dan sewet pelangi.
Selain itu, kebudayaan asli Palembang juga terdapat di sana. Anda akan mengetahui dengan jelas tentang aksesoris adat kelahiran, khitanan, dan pernikahan yang asli dari Palembang. Seru!
6. Masjid Agung Palembang
Satu lagi peninggalan bersejarah di Palembang, yaitu Masjid Agung Palembang. Masjid ini merupakan salah satu warisan Kesultanan Palembang. Masjid ini dibangun sekitar tahun 1738-1748 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I.
Salah satu keunikan masjid ini ada di arsitekturnya. Bayangkan saja, masjid ini memiliki arsitektur campuran dari Melayu, Eropa, dan Tionghoa. Arsitektur Eropa terlihat di pintu gerbang masuknya yang besar. Sedangkan arsitektur Chinanya, terletak di bagian atap yang seperti kelenteng.
Itulah 6 tempat yang wajib Anda datangi saat berlibur ke Palembang. Tiap tempatnya punya daya tarik sendiri untuk dijelajahi. Bingung mau liburan kemana? Ke Palembang saja!
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong