Farhan Pusing Masalah Sampah di Bandung, Makin Tertekan Saat Libur Panjang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Farhan Pusing Masalah Sampah di Bandung, Makin Tertekan Saat Libur Panjang

Bima Bagaskara, Rifat Alhamidi - detikTravel
Selasa, 02 Jun 2026 13:15 WIB
Situasi jalan Braga, Kota Bandung, Minggu (1/6/2025).
Ilustrasi wisata Bandung (Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Pemerintah Kota Bandung kesulitan menangani sampah selama ini. Situasi makin tertekan saat libur panjang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan lonjakan aktivitas masyarakat pada musim liburan bikin volume sampah turut meningkat. Menurut Farhan kondisi itu diperparah dengan ketiadaan tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Bandung sehingga seluruh pembuangan bergantung pada TPA Sarimukti milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Selama musim liburan ini, memang beban terhadap daya dukung lingkungan luar biasa beratnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah turun tangan langsung membantu kita untuk membuka kuota pengangkutan sampah ke (TPA) Sarimukti," kata Farhan, Senin (1/6/2026), dikutip dari detikJabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa keterbatasan tersebut membuat Kota Bandung hanya bisa mengandalkan pengolahan sampah di tingkat kota. Sementara sisa timbunan tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi.

"Kota Bandung tuh nggak punya TPA, jadi yang bisa kita lakukan adalah melakukan pengolahan semaksimal mungkin. Apabila ada sisa-sisa tumpukan, ya memang pada dasarnya harus kita dibantu oleh Gubernur," kata dia.

ADVERTISEMENT

Farhan juga menyebut Pemkot Bandung telah mengajukan agar kota tersebut ditetapkan dalam status darurat sampah agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan fleksibel. Berdasarkan data Pemkot Bandung, tumpukan sampah saat ini masih berkisar antara 1.609 hingga 2.800 ton yang tersebar di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS). Adapun lima TPS dengan penumpukan terbesar berada di Ciwastra, Batununggal, Kopo Elok, Dago Elos, dan Babakan Siliwangi.

Farhan mengatakan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait usulan tersebut.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman merespons permintaan Farhan. Dia mengatakan saat ini usulan itu dalam tahap pembahasan mendalam. Dia akan melaporkan kondisi lapangan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lebih dulu.

"Lagi dikaji dengan cermat, dan kami mau terlebih dahulu melaporkan ke pak Gubernur KDM," ujar Herman, Selasa (2/6).

Herman menyebut Pemprov Jabar tidak hanya menyoroti persoalan tumpukan sampah saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap sistem pengelolaan sampah regional. Kapasitas TPA Sarimukti menjadi perhatian utama karena menjadi tumpuan bagi sejumlah daerah di kawasan Bandung Raya.

Menurutnya, langkah lanjutan yang akan diambil Pemprov, termasuk kemungkinan intervensi seperti penambahan kuota pembuangan sampah ke Sarimukti, masih harus dibahas bersama Gubernur dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Meski demikian, ia memastikan persoalan sampah di Kota Bandung tidak akan dibiarkan begitu saja. Herman menekankan bahwa penanganan krisis ini harus dilakukan secara kolektif antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah.

"Kami akan berkoordinasi dahulu, yang pasti penanganan dilakukan secara sinergi (Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung)," kata dia.




(fem/fem)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads