Usai dari Timika, tim Dream Destination Papua 2 melanjutkan petualangan ke Tembagapura. Kami tidak lewat jalan darat, tapi dengan helikopter milik maskapai Airfast dari Bandara Timika. Kami akan terbang bareng bersama para karyawan PT Freeport Indonesia yang akan menuju Tembagapura.
Pada Jumat (8/3/2013) pagi, kami sudah ada di Bandara Timika. Untuk naik helikopter ini kami benar-benar ditimbang badan, karena Airfast harus menghitung berat total para penumpang. Panggilan boarding dilakukan dengan teriakan petugas, kami diabsen nama satu persatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kami menunggu, helikopter pun mengudara. Deru bising baling-baling helikopter ditahan penutup telinga. Perlahan-lahan, Bandara Moses Kilangin Timika semakin kecil. Kami menyeberangi Sungai Otomona yang banyak endapan dari pasir sisa tambang PT Freeport.
Helikopter itu tidak terbang terlalu tinggi. Rasanya saya terbang setinggi elang. Hutan dataran rendah perlahan menjadi kontur bukit dan lalu gunung-gunung curam. Yang keren adalah, banyak air terjun di mana-mana. Gunung-gunung curam ini memang diberkahi air melimpah yang keluar dari atas gunung dan terjun bebas mencari titik terendah.
Kami terbang semakin tinggi, gunung pun semakin tinggi menjulang. Kami lantas melintas di atas sebuah kota, Tembagapura namanya. 20 menit penerbangan helikopter Airfast Timika-Tembagapura, tidak terasa.
Di helipad di bagian atas kota, kami mendarat. Hawa dingin langsup menerpa kulit saat keluar dari helikopter. Kami tiba di Tembagapura dan menyiapkan petualangan selanjutnya!
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
DPR Pertanyakan Harga Tiket Pesawat Mahal Jelang Lebaran, Aneh Bin Ajaib