Masjid Raya Baiturrahman terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini didominasi warna putih dengan tujuh kubah yang besar. Luasnya mencapai 4 hektar dan mampu menampung 10 ribu jemaah. Pemandangan arsitektur yang megah, menjadi hal pertama yang Anda lihat saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini pun juga disebut-sebut sebagai ikonnya Serambi Makkah.
Di balik itu, Masjid Raya Baiturrahman pun erat dengan peristiwa tsunami yang menghempas Aceh di tahun 2004 lalu. Di masjid inilah, puluhan ribu orang mengungsi dan selamat dari musibah. Bangunan masjidnya pun tak hancur dihempas gelombang tsunami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan pun mengenang peristiwa dahsyat itu. Menurutnya, saat itu air menghempas kencang dan menewaskan banyak korban jiwa.
"Lihat saja di TV, air terlihat sangat kencang," ungkap Ridwan.
Di saat bangunan lain hancur akibat gelombang tsunami, Masjid Raya Baiturrahman justru masih berdiri tegap. Bahkan, masjid ini tidak hancur meski arus air sangat kencang!
"Tuhan berkata lain, kenyatannya Masjid Raya Baiturrahman hanya rusak di bagian pagar saja. Bahkan air tidak masuk ke dalam masjid yang saat itu dipenuhi banyak orang," kata Ridwan.
Inilah keajaiban yang diberikan Tuhan. Gelombang tsunami tak merusak secuil pun, apalagi meluluhlantahkan Masjid Raya Baiturrahman. Memang, hal ini sulit dibayangkan dengan logika. Tapi jika sudah kuasa Tuhan, apapun yang tidak mungkin bisa saja terjadi.
"Banyak mayat-mayat yang terhampar di perkarangan masjid. Saat itu ada sekitar 200 mayat yang kita semayamkan dalam satu hari sebelum diambil oleh petugas kemanusiaan," tutur Ridwan.
Sejak saat itu, kisah masjid Raya Baiturrahman yang tak hancur dihempas tsunami terdengar kemana-mana. Traveler pun bisa datang ke masjid ini dan melihatnya dari dekat.
"Siapa pun boleh datang ke Masjid Raya Baiturrahman. Pihak masjid menyediakan baju jubah, supaya dapat dipakai pengunjung dan terlihat sopan," ujar Ridwan.
Selain kisah tsunami, Masjid Raya Baiturrahman rupanya juga kental dengan sejarah Aceh. Di sinilah, traveler dapat mempelajari sejarah-sejarah tentang Aceh dan budaya ala Serambi Makkah.
"Masjid ini juga punya perpustakaan yang berisi buku-buku tentang sejarah Aceh,' papar Ridwan.
Ridwan pun mengajak traveler untuk datang ke Masjid Raya Baiturrahman. Ada ceramah, pengajian anak-anak, hingga kajian Islam yang dapat Anda kenal lebih dekat di sini. Tak hanya itu, masjid ini juga cantik untuk diabadikan dalam kamera.
"Belum ke Aceh kalau belum ke Masjid Raya Baiturrahman," ujar Ridwan mengingatkan.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi