Menara miring Pisa di Italia mungkin sudah tidak asing bagi para traveler. Banyak yang sengaja datang hanya untuk melihat fenomena ini. Tapi siapa sangka di sepanjang garis pantai Kota Santos, Brazil juga memiliki banyak bangunan miring.
Dilansir dari Amusing Planet, Selasa (28/05/2013), kota yang berada di sekitar 80 kilometer dari Sao Paolo, Brazil memiliki hal yang aneh. Seperti kartu domino, bangunan-bangunan yang di sana miring ke satu sisi. Mirip dengan menara miring Pisa di Italia. Wisatawan bisa melihat sendiri.
Masalahnya terletak pada struktur tanah Santos yang 7 meternya terdiri dari pasir, kemudian 30-40 meter di bawahnya ada tanah liat yang sebenarnya tidak bisa menahan berat struktur bangunan. Sampai 1968, aturan bangunan lokal tidak memiliki batasan apapun pada jenis pondasi yang dapat digunakan untuk bangunan bertingkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisatawan yang sedang berjemur di Pantai Santos bisa melihat langsung keanehan ini. Tinggal lihat saja deretan gedung yang menghadap pantai. Tampak jelas, gedung-gedung itu doyong ke kanan atau kiri. Sungguh ngeri!
Banyak bangunan yang berdekatan satu sama lainnya, sehingga bisa saja menimbulkan masalah. Dikhawatirkan bila satu bangunan yang runtuh akan menimbulkan keruntuhan pada bangunan lain di sekitarnya, mirip dengan efek domino. Namun para ahli menyangkal masalah tersebut dapat terjadi, karena biasanya bangunan runtuh secara vertikal.
Anehnya meskipun warga Santos tahu kalau tinggal di bangunan yang miring, mereka tidak berniat untuk pindah. Akibatnya, mereka harus mengalami ketidaknyamanan seperti barang-barang yang bergeser dan sulitnya menuang kopi.
Di sana, ada sekitar 100 bangunan miring pada sudut yang mengerikan dengan kemiringan antara 0,5 meter dan 1,8 meter. Sebenarnya ada upaya untuk meluruskan beberapa bangunan yang miring, namun hal ini terkendala oleh biaya yang mahal. Hanya ada satu bangunan Duta Malzoni sebelah Pinacoteca di Kanal 4 yang memakan biaya renovasi sebesar US$ 1,5 juta (Rp 14,6 miliar). Memang itu jumlah yang sangat besar.
Orang-orang yang tinggal di sana bukan hanya harus terbiasa dengan bangunan mereka yang miring, namun juga masalah lainnya yaitu menurunnya harga properti. Di mana harga kondominium anjlok setelah beberapa bangunan mirip tampak jelas terlihat dengan kasat mata.
(/)












































Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok