Turis manapun yang melihat danau ini bisa langsung jatuh cinta. Apalagi saat cuaca sedang cerah dan sekeliling terlihat hijau dan asri. Tapi danau ini memiliki potensi membunuh yang sangat besar.
Pada Agustus 1986, danau ini seperti meletuskan diri, membuat ledakan air setinggi 90 meter dan menciptakan tsunami kecil. Tidak lama kemudian, masyarakat yang tinggal di sana pun meninggal satu per satu. Ternyata, ledakan ini berasal dari kandungan CO2 di danau yang terlalu besar, demikian ditengok dari BBC, Rabu (29/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gas beracun ini tidak hanya mematikan bagi masyarakat Desa Nyos yang memang tinggal paling dekat dengan danau ini. Tapi juga membunuh penduduk di desa yang berjarak hingga 25 km dari danau.
Orang-orang meninggal dengan sekejap, berjatuhan tanpa bisa ditahan. Mereka yang sedang tidur, terlelap selamanya. Dari 800 orang yang berusaha menyelamatkan diri, hanya ada 6 yang benar-benar selamat. Setelah menyapu habis semua nyawa yang ada di sana, tak lama api pun mulai berkobar, dipicu dari gas CO2 yang menyebar.
Berkaca dari tragedi mematikan tersebut, para peneliti membuat pipa yang bisa menyalurkan kelebihan gas CO2 dari danau itu. Hasilnya, tidak ada lagi ledakan yang mematikan, hanya letupan kecil yang konstan. Meski masih mengeluarkan gas CO2, namun dalam kandungan yang tidak mematikan.
Jika penasaran, Anda pun bisa menengok sendiri seperti apa danau paling mematikan ini. Letaknya sekitar 322 km arah barat laut dari ibukota Kamerun, Yaounde.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi