Keberadaan siput pink raksasa ini rupanya sudah lama diketahui warga setempat. Jenisnya adalah Triboniophorus graeffi, yang masih kerabat dengan siput sejenis di Selandia Baru dan Afrika Selatan. Meski begitu, para ilmuwan baru menemukan spesies siput raksasa tersebut.
Dari Mail Online, Rabu (5/6/2013), mereka tumbuh di area seluas 100 Km2 di puncak Mount Kaputar. Disinyalir siput ini tergolong hewan purba, garis keturunannya ditarik dari 180 juta tahun yang lalu saat Australia masih terdiri dari 2 dataran terpisah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak tanggung-tanggung, siput-siput pink itu panjangnya mencapai 20 cm. Selain malam hari, mereka juga biasa keluar sesaat setelah hujan deras untuk mencari makanan.
Siput pink raksasa ini bukanlah satu-satunya hewan unik penghuni Mount Kaputar. Ada satu spesies siput kanibal, memakan kerabatnya yang vegetarian. Siput kanibal ini berukuran lebih kecil dan punya cangkang, bertolak belakang dengan siput pink raksasa.
Mount Kaputar adalah gunung setinggi 1.508 mdpl. Selain fauna-fauna unik, gunung ini juga dihuni beberapa tanaman liar yang tak terdapat di daerah lain. Untuk mencapai tempat ini, wisatawan harus berkendara sekitar 500 Km dari Kota Sydney.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Pungli Petugas Imigrasi Batam Jadi Pemberitaan Heboh Media Singapura
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali