Jangan Kepalkan Tangan Saat Bertemu Monyet di Pangandaran
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Jangan Kepalkan Tangan Saat Bertemu Monyet di Pangandaran

Faela Shafa - detikTravel
Rabu, 26 Jun 2013 18:29 WIB
Jangan Kepalkan Tangan Saat Bertemu Monyet di Pangandaran
Hati-hati saat bertemu monyet di pangandaran ya! (Shafa/detikTravel)
Pangandaran - Monyet jadi salah satu hewan yang paling sering ditemui di kawasan cagar alam, termasuk di Taman Wisata Alam di Pangandaran. Tapi, jangan kepalkan tangan saat bertemu mereka. Kenapa?

Sesaat sebelum memasuki kawasan Taman Wisata Alam di Pangandaran, Ciamis, detikTravel diingatkan agar jangan mengepalkan tangan. Terlebih saat bertemu monyet.

"Kalau ketemu monyet, tanganya jangan mengepal ya! Nanti dikira bawa makanan," teriak salah satu penjaga pintu masuk dari ujung pintu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengangguk mengerti, detikTravel bersama rombongan media lain pun mengingat dengan baik pemberitahuan tersebut. Setelah sekian menit berjalan, kami bertemu kawanan monyet.

Benar saja, mereka memperhatikan jari-jari kami. Dengan cepat, kami membuka tangan, pertanda tidak membawa apa-apa. Para monyet itupun tidak terlalu terlihat agresif dan perlahan berjalan menjauhi kami.

Satu monyet yang lucu duduk santai di atas papan petunjuk peta. Seakan tidak terganggu, monyet ini duduk tenang sambil memperhatikan para pengunjung yang menunjuk dan memotret dirinya. Beberapa pengunjung lain tertawa-tawa melihat tingkahnya, namun ia tetap tenang memperhatikan orang-orang di bawahnya.

Kawasan yang berubah jadi suaka margasatwa pada tahun 1934 ini tidak hanya memiliki monyet, namun juga beragam hewan lain seperti banteng, rusa, lutung dan lain-lain. Tapi hewan-hewan lainnya sepertinya enggan menampakkan diri ke tepian cagar alam dan lebih memilih tinggal tenang di tengah hutan.

Akibatnya, hanya beberapa hewan saja yang terlihat asyik mondar-mandir di kawasan Taman Wisata Alam Pangandaran. Selain monyet, ada lutung yang loncat dari dahan ke dahan, ada juga rusa yang gemar lari ke sana-sini.

Karena sudah terlalu sering bertemu pengunjung, rusa-rusa di sini cenderung lebih berani. Tapi eits, jangan sekali-kali memberi makan kepada hewan-hewan yang ada di sini. Karena pengelola ingin hewan-hewan ini hidup seperti di alam liar. Jadi jangan heran jika banyak melihat papan peringatan larangan memberi makan.

Selain hewan, kawasan ini memiliki beragam gua dan situs sejarah kuno. Beberapa di antaranya adalah Gua Panggung, Gua Lanang dan Batu Kalde. Batu Kalde dulunya merupakan tempat berdoa umat ajaran Hindu-Buddha. Rasanya butuh waktu sekitar setengah hari jika ingin mengelilingi kawasan ini dari sudut ke sudut.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads