Oleh-oleh Baru Ramadan: 'Kurma' Khas Lombok

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Oleh-oleh Baru Ramadan: 'Kurma' Khas Lombok

- detikTravel
Rabu, 10 Jul 2013 07:44 WIB
Oleh-oleh Baru Ramadan: Kurma Khas Lombok
Ini dia kurma ala Lombok (Afif/detikTravel)
Lombok - Kurma menjadi hidangan berbuka puasa yang digemari oleh traveler. Tapi tahukah Anda, ternyata Lombok juga punya makanan seperti kurma. Bentuknya sama persis, bedanya yang di Lombok ini rasa tomat!

Berbagai sajian kuliner seperti kurma, menjadi menu berbuka puasa yang mudah ditemui di bulan Ramadan. Tak hanya berasal dari Timur tengah saja, rupanya Indonesia punya aneka makanan yang tampilannya seperti kurma. Salah satunya, adalah manisan tomat yang bisa Anda dapatkan di Lombok.

"Ini camilan manisan tomat yang jadi kurma ala Lombok. Lihat saja bentuknya seperti kurma," ujar pria salah satu penjaga Toko Lestari Oleh-oleh Khas Lombok, Jl Adisucipto, Tinggar, Ampenan, Lombok kepada detikTravel dalam rangkaian perjalanan bersama Burufly, Kamis (4/7/2013) lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuk camilan yang satu ini memang seperti kurma, dengan ukurannya sebesar ibu jari orang dewasa dan berwarna gelap. Tapi jika diperhatikan dengan seksama, manisan tomat ini berwarna gelap kemerahan.

"Manisan tomat juga bisa menjadi hidangan pembuka, masyarakat sini juga suka lho mas buka puasa pakai ini," jelas penjaga toko tersebut yang berumur sekitar 20 tahun.

Satu bungkusnya, berisi sekitar 10 manisan tomat. Begitu memegang manisan tomat, tangan Anda akan terasa lengket seperti sedang memegang kurma. Rasanya manis dan ada sedikit rasa tomat yang segar. Enak banget!

"Memang bahan utamanya tomat," kata penjaga toko tersebut.

Anda bisa mencari mansian tomat di toko yang menjual makanan oleh-oleh khas Lombok. Satu bungkusnya dipatok harga sekitar Rp 15 ribu saja. Manisan tomat ini pun menjadi oleh-oleh yang paling diburu traveler saat berkunjung ke Lombok.

"Manisan tomat adalah salah satu oleh-oleh khas Lombok. Tak hanya wisatawan dalam negeri saja, para bule juga suka," ujar penjaga toko tersebut dengan pakaian merah.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads