Pulau Maratua, Saingan Paling Berat Raja Ampat
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Pulau Maratua, Saingan Paling Berat Raja Ampat

- detikTravel
Senin, 15 Jul 2013 14:20 WIB
Pulau Maratua, Saingan Paling Berat Raja Ampat
Pulau Maratua diisi oleh sebuah resor (Putri/detikTravel)
Jakarta - Laut biru terhampar di depan mata. Bagai tak terjamah, tidak ada sampah atau kotoran mencoreng keindahannya. Siap-siaplah terhipnosis karena inilah Pulau Maratua, tandingan Raja Ampat.

Maratua adalah salah satu pulau yang ada di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Keindahannya sudah tersohor ke berbagai penjuru dunia. Ya, pulau ini memang dikenal memiliki alam yang masih bersih dan tentu saja cantik.

Bisa menapakkan kaki di pulau ini adalah salah satu impian saya sejak dulu. Tak disangka, akhirnya kesempatan itu datang juga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa waktu lalu, detikTravel diundang pada rangkaian acara Festival Derawan 2013. Setelah peliputan acara, saya dan rombongan menyempatkan waktu untuk main ke Pulau Maratua.

Rasa senang sekaligus penasaran campur aduk menjadi satu. Berangkat dari Tanjung Batu, Berau, saya dan rombongan menaiki speedboat menuju Pulau Maratua.

Dari Pelabuhan Tanjung Batu menuju Pulau Maratua, estimasi waktu sekitar 1 jam. Cukup jauh memang, tapi jika dihabiskan dengan menikmati alam sekitar, waktu ini tidak akan terasa.

Selama perjalanan, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang cantik. Mulai dari laut biru, burung terbang, hingga langit bersih dengan awan putih. Cantik!

Menurut saya, cara paling asyik untuk menikmati perjalanan adalah dengan mengeluarkan kepala ke jendela. Biarkan angin laut membelai lembut pipi sampai tak terada kapal telah tiba di dermaga Pulau Maratua.

Begitu antusias saya ingin segera menapakkan kaki ke Pulau Maratua. Perlahan kaki melangkah keluar dari kapal. Belum sampai di dermaga, mata ini langsung terpukau, napas terhenti sesaat. Takjub dengan keindahan Pulau Maratua.

"Subhanallah bagus banget. Nggak kalah dengan Raja Ampat" teriak salah seorang teman saya.

Memang benar, Pulau Maratua menorehkan keindahan alam yang tak terbantahkan. Lautnya yang biru tampak begitu sempurna dengan ikan aneka warna yang sibuk berenang. Pantai pasir putih dan burung laut yang beterbangan menyempurnakan keindahan alam Maratua.

Puas menikmati alam dari atas kapal, kaki saya akhirnya menapakkan kaki di dermaganya. Di sana terlihat tulisan Maratua Paradise Resort. Ternyata, pulau ini dikelola oleh resor yang namanya sama dengan pulau.

Penataan resor yang seperti vila-vila di atas laut, menambah kecantikan Pulau Maratua. Tak ingin menyia-nyiakan waktu, saya langsung mengeluarkan kamera dan mengabadikannya dalam jepretan lensa kamera.

"Suasananya enak banget ya, romantis banget, enak buat bulan madu," celoteh salah seorang teman saya, Ayu.

Tapi sayang, Maratua ternyata bukan tempat yang cocok untuk snorkeling. Tapi, traveler yang datang bisa menikmati keindahan laut dengan diving.

Meski tak bisa diving karena keterbatasan waktu, saya memanfaatkan waktu dengan berjalan-jalan di pulau sambil mengagumi keindahan alam Pulau Maratua. Rasanya tidak berlebihan jika mengatakan Pulau Maratua adalah salah satu goresan tangan Tuhan yang paling sempurna.

Datang ke sana, maka bersiaplah kehabisan kata-kata karena terhipnosis keindahannya.

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads