Tak dipungkiri, Lombok punya banyak pantai memesona di tiap wilayahnya. Salah satunya yang bakal memesona traveler adalah Pantai Mawun yang berada di Kabupaten Lombok tengah. Satu pengalaman manis bisa Anda dapatkan di sini, merasakan punya pantai pribadi.
Rombongan Burufly dan detikTravel singgah ke Pantai Mawun pada Senin (1/7/2013) lalu. Letaknya cukup jauh dari Kota Mataram, sekitar 60 km atau 1 jam lebih perjalanan. Bus yang ditumpangi pun harus melewati tanjakan dan tikungan curam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di Pantai Mawun, rasa lelah akibat duduk lama dalam bus pun seolah hilang. Tak sedikit anggota rombongan yang melepas sepatu , dan langsung bertelanjang kaki berjalan menuju bibir pantainya. Ah.. Pasirnya halus sekali!
Dalam sekejap, saya sudah dibuat terbius oleh Pantai Mawun. Pantai ini punya pasir yang putih nan halus. Tak sampai di situ, kontur pantainya pun landai dan garis pantainya panjang. Perbukitan hijau di bagian kanan dan kiri pantai, seolah menjadi pelengkap yang sempurna.
Saat itu, waktu menunjukan sekitar pukul 14.00 Wita. Dalam pengelihatan saya, hanya ada rombongan kami saja yang ke Pantai Mawun. Kami pun berfoto-foto sepuasnya, bermain air, atau duduk menikmati halusnya pasir pantai di sini.
"Bisa dibilang, ini pantai pribadi di Lombok mas," kata Surya dengan nada santai.
Saya membenarkan kata Surya. Pantai Mawun lebih sepi daripada pantai-pantai lain di Lombok. Di Gili Trawangan, pantainya dipenuhi turis yang berjemur. Di Pantai Senggigi, banyak yang berenang atau bermain pasir pantai. Tapi di Pantai Mawun, hanya ketenangan yang bakal Anda jumpai.
Wisatawan dapat menuju ke Pantai Mawun dengan menggunakan berbagai transportasi, dari sepeda motor hingga bus. Anda hanya akan dikenakan biaya parkir di sini.
Saya akhirnya benar-benar merasakan rasanya punya pantai pribadi. Tak ada keramaian dan lalu lalang turis, hanya suara deburan ombak yang bakal menemani Anda di Pantai Mawun.
Di kejauhan, ada sepasang turis yang sedang asyik menggambar lautan dan perbukitan di sekitar Pantai Mawun. Awalnya saya ingin berbincang dengan mereka. Tapi sepertinya, mereka tampak serius menggambar. Saya pun berbalik badan, dan membiarkan mereka masing-masing menikmati 'pantai pribadi' ini.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas