Masjid Sultan Suriansyah sudah berdiri sejak tahun 1526. Masjid ini dibangun pada pemerintahan Tuan Guru, yang merupakan Raja Banjar pertama yang masuk Islam.
detikTravel pun sempat berkunjung ke masjid ini beberapa waktu lalu. Ketika itu, suara azan sayup-sayup terdengar dari kejauhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kejauhan, masjid ini tampak begitu sederhana dengan kayu yang yang membangunnya. Siapa yang melihat, pasti tidak menyangka kalau masjid ini ternyata sudah tegak berdiri sejak ratusan tahun silam.
Tak mau ketinggalan dengan salat subuh berjamaah, saya pun langsung mengambil air wudhu dan mengenakan mukena. Tampak jejeran shaf salat memenuhi setengah masjid. Cukup penuh untuk ukuran salat subuh berjamaah.
Ternyata, jamaah masjid bukan cuma penduduk di sekitar. Masjid yang berada di Kuin Utara, Banjarmasin Utara ini seringkali dijadikan lokasi salat wisatawan, terutama mereka yang akan ke Pasar Terapung Sungai Kuin.
Masuk ke dalam, pelancong lagi-lagi disambut dengan interior serba kayu. Menoleh ke samping, pintu dan tiang-tiang di dalam masjid, terlihat ukiran cantik khas Kalimantan menghiasinya. Menengok ke langit-langit masjid, lampu kristal menjadi sumber cahaya yang menyinari masjid di tengah gelapnya subuh.
Di bagian depan, ada mimbar imam yang memimpin salat berjamaah. Tepat di samping imam, ada mimbar khatib yang lagi-lagi terbuat dari kayu. Ukiran cantik membuat mimbar ini tampak begitu kokoh.
"Allahu akbar," Imam memimpin salat. Lantunan ayat Al quran terdengar begitu syahdu. Membuat jamaah hanyut dalam ibadahnya.
(ptr/shf)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi