Ramadan Syahdu di Masjid Tertua di Kalimantan
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ramadan Syahdu di Masjid Tertua di Kalimantan

- detikTravel
Senin, 22 Jul 2013 13:45 WIB
Ramadan Syahdu di Masjid Tertua di Kalimantan
Masjid Sultan Suriansyah sudah ada sejak tahun 1526 (Putri/detikTravel)
Banjarmasin - Traveling ke Kalimantan Selatan saat bulan Ramadan asyiknya mampir di Masjid Sultan Suriansyah. Berdiri sejak ratusan tahun lalu, masjid ini pun menjadi masjid tertua di Kalimantan. Temukan Ramadan syahdu di sana.

Masjid Sultan Suriansyah sudah berdiri sejak tahun 1526. Masjid ini dibangun pada pemerintahan Tuan Guru, yang merupakan Raja Banjar pertama yang masuk Islam.

detikTravel pun sempat berkunjung ke masjid ini beberapa waktu lalu. Ketika itu, suara azan sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Segerombolan orang lantas terlihat jalan tergesa-gesa lengkap dengan pakaian salatnya. Tujuan mereka satu, yakni salat subuh berjamaah di Masjid Sultan Suriansyah.

Dari kejauhan, masjid ini tampak begitu sederhana dengan kayu yang yang membangunnya. Siapa yang melihat, pasti tidak menyangka kalau masjid ini ternyata sudah tegak berdiri sejak ratusan tahun silam.

Tak mau ketinggalan dengan salat subuh berjamaah, saya pun langsung mengambil air wudhu dan mengenakan mukena. Tampak jejeran shaf salat memenuhi setengah masjid. Cukup penuh untuk ukuran salat subuh berjamaah.

Ternyata, jamaah masjid bukan cuma penduduk di sekitar. Masjid yang berada di Kuin Utara, Banjarmasin Utara ini seringkali dijadikan lokasi salat wisatawan, terutama mereka yang akan ke Pasar Terapung Sungai Kuin.

Masuk ke dalam, pelancong lagi-lagi disambut dengan interior serba kayu. Menoleh ke samping, pintu dan tiang-tiang di dalam masjid, terlihat ukiran cantik khas Kalimantan menghiasinya. Menengok ke langit-langit masjid, lampu kristal menjadi sumber cahaya yang menyinari masjid di tengah gelapnya subuh.

Di bagian depan, ada mimbar imam yang memimpin salat berjamaah. Tepat di samping imam, ada mimbar khatib yang lagi-lagi terbuat dari kayu. Ukiran cantik membuat mimbar ini tampak begitu kokoh.

"Allahu akbar," Imam memimpin salat. Lantunan ayat Al quran terdengar begitu syahdu. Membuat jamaah hanyut dalam ibadahnya.

(ptr/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads