Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 19 Mei 2021 20:43 WIB

DETIKTRAVEL

Hotel Rugi Sampai Puluhan Juta Per Hari Imbas Penutupan Wisata Banten

Bahtiar Rifa'i
detikTravel
Ilustrasi kamar hotel
Ilustrasi kamar hotel (Getty Images/alvarez)
Banten -

Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Banten mensinyalir bahwa ada kerugian hingga puluhan juga di industri hotel imbas penutupan lokasi wisata saat Lebaran lalu.

Penutupan hotel itu berdasarkan Instruksi Gubernur yang meminta seluruh objek wisata ditutup hingga 30 Mei setelah melihat membludaknya pengunjung ke Anyer hingga Carita.

"Soal pendapatan, pendapatan itu (contoh) Aston hilang Rp 60 juta sehari," kata Ketua Harian PHRI Banten Ashok Kumar dalam diskusi menanggapi penutupan wisata Banten saat Lebaran, Serang, Rabu (19/5/2021).

Ia mengatakan hotel di sepanjang pesisir itu seperti nasib dalam film India yang penuh drama kesedihan. Pasca dihantam tsunami Selat Sunda di akhir 2018, kondisi perhotelan beberapa kali dihantam kerugian. Belum lagi katanya ada hotel yang terpaksa tutup dan terbengkalai.

"Lihat Puri Retni nggak ada yang tsunami sehabis tsunami," ujarnya.

Tapi, memang, kata Ashok, bahwa ada pantai di pesisir itu yang terbuka justru berpenghasilan besar namun tidak menghasilkan penghasilan tambahan bagi daerah. Mereka ini untung besar namun tidak bisa ditindak karena sejauh ini tidak ada aturan daerah yang mengatur itu.

Makanya, muncul kebingungan baik itu di pihak PHRI, kepolisian hingga pemerintah daerah soal wisata usai lebaran lalu. Bahwa ada larangan mudik namun wisata di Banten malah diizinkan dibuka. Belum lagi, setelah ada kunjungan menteri ke Banten dan menyatakan bahwa wisata diperbolehkan.

"Jadi kita tidak ada konsistensi, bagaimana pariwisata dibuka, mau 50 persen gimana hitungnya yang ditutup objek pariwisata atau destinasinya," dia menjelaskan.

Terakhir, keputusan wisata oleh gubernur memang tidak dikomunikasikan ke PHRI. Tapi, yang jelas setelah kebijakan ini keluar pihak pemda menurutnya harus bisa mengedukasi warga khususnya terkait terkait berkaitan dengan pandemi.

"Next sampai tanggal 30 Mei, sudah nggak dilakukan edukasi, penerapan 50 persen pengunjung di lokasi wisata bagaimana penerapannya," kata dia.



Simak Video "Keluh Kesah Penjual di Ragunan, Omzet Menurut Gegera Penutupan"
[Gambas:Video 20detik]
(bri/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA