Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 24 Des 2020 18:53 WIB

UGC-BRIDGE

13 Gereja Tertua di Indonesia, Megah dengan Arsitektur Unik

Tim detikcom
detikTravel
Gereja tertua di Asia
Gereja Sion di Jakarta, salah satu gereja tertua di Indonesia (Foto: Johanes Randy)
Jakarta -

Sejumlah gereja tertua di Indonesia memiliki nilai historis sebagai saksi perkembangan agama Katolik dan Protestan di negeri ini.

Dibangun pada masa kolonial Belanda, gereja-gereja ini memiliki arsitektur yang megah menyerupai bangunan di Eropa.

Namun ada juga yang unik karena memadukan gaya Eropa dengan unsur-unsur tradisional Nusantara seperti misalnya Gereja Tua Sikka di Nusa Tenggara Timur.

Berikut 13 gereja tertua di Indonesia:


1. Gereja Ebenhaezer di Nusa Laut, Maluku

Gereja ini salah satu gereja tertua di Indonesia dan di kepulauan Ambon dan Lease yang dibangun pada tahun 1715 - 1719.

Dikutip dari artikel Salib di Ujung Timur Nusa Lease: Gereja Ebenhaezer, Tinggalan Kolonial di Desa Sila-Leinitu Kecamatan Nusa Laut karya Andrew Huwae dari Balai Arkeologi Ambon, bukti arkeologis yang membuktikan hal tersebut adalah keberadaan prasasti di dinding gereja

Prasasti ini menghadap ke jalan di sebelah pintu masuk arah timur. Keadaan prasasti masih dalam keadaan utuh dan berbentuk segitiga dengan motif ukiran bunga cengkih.

Prasasti tersebut bertuliskan sebagai berikut: "Djouw Louwis Pati Sila Pounja WactouIni Jgeresia Souda Moulai Badiri Akan Kapada 28 Hari Boulang Mart Taon 1715 : Berhabis Akan Kapada Hari Boulang Taon 1719".

Gereja ini telah beberapa kali mengalami renovasi, namun keadaan tata ruang dan arsitektur dalam gereja masih tetap terjaga.


2. Gereja Tua Sikka, Maumere, Nusa Tenggara Timur

Dalam artikel berjudul Karakteristik Tangible dan Intangible Gereja Tua Sikka yang disusun Yohanes Pieter Pedor dari Universitas Udayana pendirian gereja ini diprakarsai pastor Belanda yang bertugas di Maumere, Yohanes Engbers, SJ sekitar awal tahun 1890-an.

Engbers mengusulkan pendirian sebuah bangunan gereja yang layak dan kokoh dari bahan-bahan yang berkualitas baik. Untuk gambar rancangan, dia meminta bantuan Antonius Dijkmans, SJ di Batavia.

Seperti diketahui, Dijkmans juga merupakan arsitek Gereja Katedral di Batavia (Jakarta). Pada 1895, bahan-bahan kayu terbaik yang dikirim dari Jawa tiba di Sikka.

Hanya saja pendirian salah satu gereja tertua di Indonesia ini baru bisa dimulai pada Agustus 1897, setelah Bruder Leeuwenberg tiba dari dari Larantuka. Leeuwenberg dibantu tukang pribumi dari Sikka dan Larantuka

Gereja Tua Sikka memiliki panjang bangunan mencapai 47 meter (m) dan lebarnya 12 m, dengan sayap kiri dan kanan. Tinggi menara 6 m dan di puncak menara dipasang sebuah salib putih

Lukisan motif tenun ikat ditambahkan untuk memperindah interior gereja pada tahun 1935 dengan maksud memasukkan nilai-nilai budaya masyarakat Sikka.

Motif jenis "Wenda" ini terdapat pada sepanjang dinding area tempat duduk umat dengan lebar lukisan 64 cm.

3. Gereja Sion, Jakarta


Bangunan gereja yang berlokasi di Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Barat ini selesai dibangun pada tahun 1695. Punya arsitektur megah gereja ini juga sohor dengan nama Gereja Portugis.

Pasalnya gereja ini khusus didirikan sebagai tempat ibadah para tawanan VOC berkebangsaan Portugis.

Arsitek dari Rotterdam Mr E. Ewout Verhagen merancang bangunan dengan pondasi dari 10.000 kayu balok bundar. Gereja Sion ini mampu menampung hingga 1.000 jemaat.

Dalam kawasan salah satu gereja tertua di Indonesia ini terdapat makam Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Zwaardecroon. Zwaardecroon diketahui menyumbangkan taman untuk lokasi pendirian Gereja Sion.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA