Mungkin, Anda bakal geleng-geleng kepala atau mengerenyitkan dahi saat mengetahui beberapa tradisi di Indonesia ini. Tapi jangan salah, ada nilai luhur yang tinggi di baliknya. Berikut, 5 tradisi paling unik di Indonesia yang disusun detikTravel, Kamis (24/10/2013):
1. Lompat batu di Nias
|
(Ida Hendriawati/d'Traveler)
|
Tradisi ini adalah simbol atau ritual bagi para pemuda di Nias. Jika berhasil meloncati batunya tanpa tersentuh dan mendarat dengan benar, maka dia dinyatakan sudah dewasa, baik secara fisik atau pun pemikiran, serta sudah dizinkan untuk menikah.
2. Kerik gigi di Mentawai
|
(cracked.com)
|
Gigi mereka akan dikerik dengan menggunakan kayu, sehingga menjadi runcing seperti gigi drakula yang biasa Anda lihat di film. Tak hanya menjadi dewasa, para wanita setempat percaya kalau gigi yang runcing menambah kecantikan mereka. Para pria pun makin tergila-gila!
3. Tato Dayak di Kalimantan
|
(id.wikipedia.org)
|
Tato bagi masyarakat Dayak bukan merupakan hiasan semata, melainkan memiliki makna terdalam. Setiap masyarakat Dayak punya motif tato yang berbeda-beda, seperti tato di sekitar jari tangan menunjukkan orang suku diyakini ahli mengobati penyakit dan tubuh yang dipenuhi tato berarti kuat menggembara. Tato Dayak tak bisa dibuat sembarangan, karena itu adalah tradisi luhur bagi mereka.
4. Perang Pandan di Bali
|
(Santonius Silaban/d'Traveler)
|
Dalam tradisi ini, dua pemuda akan bertarung menggunakan daun pandan berduri. Keduanya akan saling memecut tubuh lawannya hingga luka dan berdarah. Meski begitu, mereka punya obat anti septik dari bahan umbi-umbian untuk mengobati luka. Tradisi ini bukanlah untuk mencari musuh, melainkan hanya sebuah tradisi yang bersifat menghibur dan tentu saja tak boleh dilakukan sembarangan.
5. Potong jari di Papua
|
(Afif/detikTravel)
|
Ketika ada anggota keluarganya yang meninggal, maka salah satu jari dari wanita tua tersebut dipotong menggunakan kampak batu. Ketika jari tangan sudah tidak memungkinkan untuk dipotong, maka daun telinga mereka yang harus dipotong. Ada nilai luhur yang tinggi pada tradisi ini, sesakit apa pun jari yang dipotong, tidak ada yang lebih sakit saat salah satu anggota keluarga meninggal.
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong