Tomohon Punya Kuliner Ekstrem: Tikus dan Ular

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Manado

Tomohon Punya Kuliner Ekstrem: Tikus dan Ular

- detikTravel
Kamis, 31 Okt 2013 16:48 WIB
Tomohon Punya Kuliner Ekstrem: Tikus dan Ular
Kelelawar yang dijual di Pasar Tomohon (Odilia/detiktravel)
Tomohon - Kambing guling atau sate sapi sudah biasa dijadikan makanan. Tapi bagaimana jika yang disate atau dibakar adalah tikus atau ular? Ngeri memang, tapi inilah kuliner ekstrem khas Tomohon, Sulawesi Utara.

Kuliner ekstrem Manado bisa Anda lihat di Pasar Tomohon. Pasar di sana memang dikenal menjual aneka bahan kuliner ekstrem, seperti tikus, ular dan anjing. Traveler bernama Fina pernah datang langsung ke pasar ini.

"Pasarnya seperti kebanyakan pasar tradisional, kalau yang dilihat daging yang dijual baru keliatan mencolok," ujar Fina kepada detikTravel, Rabu (30/10/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fina, suasana pasar cukup ramai. Jika ingin melihat keramaian pasar sebaiknya datang sejak pagi.

"Kemarin itu datangnya pukul 09.00 Wita. Mungkin kalau pukul 06.00 Wita akan lebih ramai lagi," kata Fina.

Fina yang liburan ke Tomohon pada September 2013 kemarin ini melihat berbagai macam daging hewan dijajakan di pasar. Beberapa yang ia lihat adalah anjing, kelelawar, tikus, dan ular.

"Dijualnya digantung-gantung. Lihatnya geli dan tidak tertarik juga untuk mencoba," lanjut Fina.

Ia pun sempat bertanya ke penduduk setempat soal harga hewan tersebut. Ternyata harganya cukup mahal.

"Yang saya tahu harganya Rp 25 ribu per ekor untuk tikus," imbuhnya.

Tak hanya Fina, traveler lain bernama Widi juga pernah datang ke Tomohon. Ia memang sengaja datang untuk melihat aneka kuliner ekstrem di sana.

"Salah satu yang dilihat itu ada tikus. Digantung di mana-mana kayak daging biasa," tutur Widi.

Menurut informasi yang Widi dapat, tikus yang dijual ini bukanlah tikus got yang seperti dibayangkan. Melainkan tikus bersih yang biasa ada di sawah.

"Tikus yang dijual sih katanya bersih bukan tikus got, katanya suka ada di sawah-sawah," kata Widi.

Angga, traveler asal Jakarta juga pernah datang ke pasar makanan di Tomohon. Ia pun melihat hewan yang sama dengan yang Fina dan Widi lihat.

"Ada tikus dan banyak yang beli. Kebanyakan sih masih bahan mentah cuma sudah dibakar saja," jelas Angga.

Ketika berada di sana, Angga tidak melihat ada hewan yang sudah menjadi makanan jadi. Semua masih mentah dan perlu diolah lagi.

"Karena kebanyakan dibeli untuk dimasak di rumah untuk kari. Jadi dibumbuin di rumah sendiri," tutup Angga.

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads