Ini Baru Unik! Pom Bensin di Atas Sungai Musi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Festival Musi Triboatton 2013

Ini Baru Unik! Pom Bensin di Atas Sungai Musi

Afif Farhan - detikTravel
Senin, 25 Nov 2013 08:20 WIB
Ini Baru Unik! Pom Bensin di Atas Sungai Musi
1. Ini dia rumah terapung di Sungai Musi yang jadi 'pom bensin' (Afif/detikTravel)
Palembang - Salah satu kegiatan favorit wisatawan di Palembang adalah naik perahu getek menyusuri Sungai Musi. Dari atas perahunya, ada pemandangan Sungai Musi, perahu berlalu lalang, hingga yang paling unik adalah rumah 'pom bensin' terapung. Seperti apa ya?

Sungai Musi adalah ikon dari Sumatera Selatan. Tepatnya di Palembang, wisatawan bisa naik perahu getek dan mengarungi sungainya yang sangat luas. Jangan terlelap di atas perahunya, karena banyak pemandangan yang menarik di sana.

detikTravel sempat naik perahu getek di sela-sela pagelaran Festival Musi Triboatton 2013, di Palembang, Jumat (22/11/2013). Perahu getek memang jadi alat transportasi masyarakat setempat sekaligus atraksi wisata. Untuk naik perahunya, Anda bisa tawar-menawar dulu kepada pemiliknya untuk diantarkan berkeliling Sungai Musi di sekitar Jembatan Ampera atau mengunjungi Pulau Kemaro yang ada di atas Sungai Musi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk muter-muter di sekitar Jembatan Ampera satu orang Rp 10 ribu. Tapi ke Pulau Kemaro tergantung, biasanya kalau 5 orang harganya Rp 30 ribu per kepala," kata salah satu pemilik perahu getek, Kodri.

Dari atas perahu, wisatawan bisa memotret aneka perahu yang lalu lalang di atas Sungai Musi. Ada perahu getek, perahu tongkang, hingga kapal laut yang besar di depan mata. Yang paling unik, sepertinya adalah rumah terapung.

"Rumah terapung itu bisa dibilang sebagai pom bensinnya Sungai Musi," ujar salah satu penumpang, Wancik.

Wancik adalah orang asli Palembang yang ikut naik perahu bersama rombongan wartawan. Dia pun dengan senang hati menjelaskan 'pom bensin' ala Sungai Musi tersebut.

"Jadi, ada banyak rumah-rumah terapung di sekitar aliran Sungai Musi di Palembang. Rumah-rumah itu biasanya memang menjual solar, bensin, atau oli untuk perahu-perahu yang lewat," ungkap Wancik.

Benar kata Wancik, sepanjang jalan terlihat banyak sekali rumah terapung. Bangunan rumahnya terlihat persis seperti rumah-rumah yang ada di daratan. Apa perbedaannya?

"Rumah terapung itu pondasinya adalah tiang yang ditancapkan sedalam sekitar 7-10 meter. Lantainya adalah bambu yang harus rutin diganti. Kalau tak diganti, bambunya bisa hancur dan rumahnya tenggelam," papar Wancik.

Saat perahu getek yang kami tumpangi mendekat, pengemudinya turun membawa dirigen untuk diisi solar. Saya pun mengintip sedikit ke dalan rumahnya. Memang, ada banyak drum yang menyimpan solar dan bensin. Baunya seperti sedang berada di pom bensin saja.

"Kalau harga solar di SPBU Rp 5.500, di sini Rp 6.000. Bahan bakar perahu getek biasanya solar mas," kata Wancik yang mengaku berumur 55 tahun.

Menurut Wancik, rumah-rumah terapung sudah lama ada di atas Sungai Musi. Saat masih kecil, dia mengaku lebih banyak melihat rumah terapung daripada sekarang. Selain untuk menjual aneka bahan bakar, rumah terapung sudah menjadi tempat tinggal bagi beberapa masyarakat Palembang.

Perahu pun kembali melaju meninggalkan rumah terapung. Di sepanjang jalan, kamera saya tak lepas memotret rumah-rumah terapung di atas Sungai Musi. Rumah terapung yang jadi tempat mengisi bahan bakar perahu di Sungai Musi, jadi keunikan tersendiri di Palembang.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads