detikTravel datang saat acara Tahun Baru di Wae Rebo. Tahun Baru mereka tidak jatuh pada bulan Januari melainkan bulan November. Tahun ini, acara Tahun Baru yang bernama Penti itu jatuh pada tanggal 16 November 2013 lalu.
Nah, dalam upacara Penti, terdapat juga acara untuk meramal peruntungan selama setahun ke depan. Kedelapan keturunan yang tinggal di sana dibagi tiga kelompok untuk berjalan ke tiga titik. Ketiga titiknya adalah di dekat mata air, di depan kampung dan di belakang kampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, ayam persembahan akan dipotong lehernya, darahnya akan disebar di atas tugu batu. Kemudian, ujung sayapnya dipotong dan ditaruh di kayu yang jadi tempat persembahan. Ujung kayu dibelah tiga dan kemudian ditaruh batu, daun sirih, beras dan ujung sayap.
Setelah mati, ayam dibakar sebagai persiapan untuk dilihat perutnya. Setelah dibakar dan dikuliti, perut ayam dibelah dan dilihat isi perutnya. Proses tersebut dinamakan Toto Urat.
Di sana, dilihat apakah uratnya baik atau buruk. Ini menjadi penanda apakah nenek moyang menerima dengan baik atau tidak permohonan, doa dan permintaan mereka untuk setahun ke depan.
Tidak sembarang orang bisa melihat Toto Urat tersebut. Hanya orang-orang yang dituakan dan terpilih yang bisa melihat peruntungan melalui perut ayam persembahan.
Lalu, apa yang terjadi jika ternyata peruntungannya buruk? Masyarakat Wae Rebo akan menghentikan acara dan mencari tahu penyebab mengapa buruk. Biasanya, peruntungan buruk itu terjadi ketika ada aura permusuhan di antara masyarakatnya, atau masalah sejenis.
Setelah masalah diselesaikan, upacara persembahan pun diulang. Tanda masalah benar-benar selesai atau tidak akan terlihat dari Toto Urat yang akan dilakukan ulang.
(shf/aff)










































