Sadengan dan Segaro Anak tepatnya berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi. Dua tempat ini menawarkan pemandangan dan petualangan tak terlupakan, seolah menjelajahi Afrika dan menyusuri Sungai Amazon.
Sadengan adalah padang savana seluas 84 hektar yang berada di Pos Sadengan dan lokasinya 2 kilometer dari Pos Rawa Bendo sebagai pintu masuk utama Taman Nasional Alas Purwo. Sekitar 10 meter dari pintu masuknya, Anda benar-benar berdiri di depan padang savana yang luas, seperti sedang di Afrika!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu banteng Jawa, nama latinnya bos javanicus. Banteng berwarna hitam itu yang jantan, kalau yang cokelat itu betina. Tahun 2012, populasi mereka di Sadengan ini ada 125 ekor," kata ranger di Pos Sandengan, Suparno kepada detikTravel beberapa waktu lalu.
Kalau diperhatikan seksama, banteng yang jantan memiliki tanduk runcing seperti huruf 'u'. Anda bebas memotret kawanan banteng jawa tersebut. Tapi, mungkin Anda hanya bisa melihatnya dari jarak sekitar 20 meter saja. Sebab, kawanan bantengnya bakal menjauh tiap kali ada orang yang mendekat. Tak masalah, melihat banteng jawa langsung dari jarak 20 meter di padang savana seluas ini menjadi pengalaman tiada dua.
Selain banteng jawa, satwa lainnya yang bisa dilihat adalah kawanan rusa. Namun, kawanan rusa lebih sensitif daripada banteng jawa sehingga mereka dengan cepat berlari ketika Anda mendekat. Saat pagi hari sekitar pukul 06.00-10.00 WIB banyak burung merak yang lalu-lalang di sana. Tapi kalau malam, ada banyak anjing hutan yang berkeliaran di Sadengan.
Puas menjelajahi Sadengan, kini saatnya meluncur ke Segaro Anak di Eko Wisata Mangrove Blok Bedul. Ini adalah kawasan hutan mangrove yang luasnya mencapai 1.000 hektar lebih. Segaro Anak sendiri merupakan muara yang memiliki aliran sungai dan membentang sepanjang 15 kilometer.
Di sana, Anda bisa menyewa boat untuk menjelajahi Segaro Anak. Satu boatnya bisa berisi 10 orang dan biayanya berkisar Rp 200 ribu-260 ribu tergantung jarak tempuh. Dari atas kapal, Anda seolah membelah hutan mangrove yang terlihat di sisi kiri dan kanan.
Aliran airnya tenang dan rasanya pun payau karena merupakan pertemuan antara air laut dan air tawar. Langit biru dan awan putih bagaikan kapas menambah elok pemandangan. Teriknya matahari tak bakal terasa ketika Anda sudah terhipnosis dengan Segaro Anda yang luas dan cantik ini.
Boat yang Anda tumpangi pun bakal menyusuri aliran sungai di Segaro Anak, seperti Sungai Kere. Di sini lebar sungai lebih sempit dan jarak antara pepohonan mangrove dan boat sangat dekat. Air sungainya berwarna cokelat pekat dan suara-suara aneka serangga terdengar jelas. Suasananya pun sangat tenang karena tidak ada penduduk yang tinggal di sekitar sini!
Meski begitu, ada beberapa gubuk yang digunakan oleh nelayan untuk beristirahat setelah mencari ikan dan udang seharian. Meski begitu, suasananya tetap saja tenang dan sungainya juga bersih tanpa sampah. Matikan semua gadget yang Anda bawa, hanyutlah dalam suasana di Sungai Kere yang ada di Segaro Anak ini. Tenang, sunyi, dan pemandangan hutan mangrove di sisi-sisi sungainya mampu menenangkan hati.
"Kalau dibilang Amazon, banyak kok turis yang bilang begitu," kata kata pemandu wisata Taman Alas Purwo, Ika Khusnul Khatimah.
Ah, Sadengan dan Segaro Anak di Banyuwangi ini rasanya seperti bukan di Pulau Jawa saja!
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Masjid Jamkaran dan Bendera Merah Balas Dendam
Menhub Usulkan Masjid di Jalur Arus Lebaran Jadi Rest Area Pemudik