Kisah Cinta Terlarang & Tongkat Pertama Kerajaan Batak

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kisah Cinta Terlarang & Tongkat Pertama Kerajaan Batak

Tia Agnes Astuti - detikTravel
Senin, 02 Des 2013 09:50 WIB
Kisah Cinta Terlarang & Tongkat Pertama Kerajaan Batak
Taman Eden 100, agrowisata di Toba Samosir (Agnes/detikTravel)
Toba Samosir - Ada agrowisata menarik di Toba Samosir, Sumatera Utara. Ada hutan 40 hektar ala Amazon, pohon yang kayunya diyakini menjadi tongkat pertama kerajaan Batak dan sebuah kisah cinta terlarang. Semua ada di Taman Eden 100.

Taman Eden 100 terletak di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumban Julu, Kabupaten Toba Samosir. detikTravel datang ke tempat ini pada pekan lalu.

Di sini ada 100 jenis tanaman lho, dan uniknya ada satu jenis pohon yang diyakini batangnya sebagai bahan pembuat tongkat khas Kerajaan Batak. Wow! Pendiri Taman Eden 100, Marandus Sirait mengatakan dia membibitkan batang pohon kayu yang bernama Tunggal Panaluan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuannya cuma satu bahwa pohon ini makin langka, kami mau lestarikan," katanya kepada detikTravel.

Dari kayu ini terdapat sebuah kisah cinta. Dahulu kala, saat Batak masih memiliki kerajaan, ada sebuah pria dan wanita yang saling jatuh cinta. Padahal keduanya adalah saudara kandung yang dijauhkan sejak kecil.

Mereka menikah lalu diusir dari kampung. Suatu hari sang suami Donda Hatautan menjumpai sebuah pohon di hutan. "Istrinya pegang lengket, tapi anjingnya pegang tak lengket. Pulanglah ia ke kampung dan datang segala dukun," ujarnya.

Batang pohon tersebut lalu diukir dan dibuat seperti patung kepala manusia. Tongkatnya dikenal pula bernama tunggal panaluan. Artinya? Menurut Marandus agar bisa mengingatkan saudara-saudara Batak agar tidak menikah sesama pariban atau kerabat dekat.

"Tongkat kebesaran Kerajaan Batak zaman dulu akhirnya suka diisi mantera-mantera gaib," ungkapnya.

Hingga kini, hanya Taman Eden 100 yang memiliki bibit dari pohon tersebut. Rencananya, Marandus akan mengembangbiakan jenis pohon itu agar bisa memperlihatkan kepada generasi berikutnya.

"Kayu ini dipercaya sebagai kayu pertama yang dibuat tongkat kebesaran Batak," ujar Marandus.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads