5 Alasan Kenapa Anda Harus ke Sungai Musi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Sungai

5 Alasan Kenapa Anda Harus ke Sungai Musi

- detikTravel
Kamis, 24 Apr 2014 09:49 WIB
5 Alasan Kenapa Anda Harus ke Sungai Musi
(Afif/detikTravel)
Palembang - Sungai Musi sebagai ikon Kota Palembang memiliki banyak atraksi wisata dari tepi hingga ke ujung sungai yang bisa dinikmati wisatawan. Ada 5 alasan kenapa Anda harus berwisata ke Sungai Musi. Mau tahu?

Dahulu Sungai Musi hanya sebagai jantung perekonomian dan jalur utama arus sungai di Kota Palembang. Tapi, kini sungai yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Iilir ini juga menjadi destinasi wisata utama. Dirangkum detikTravel, Kamis (24/4/4014) ini 5 alasan kenapa Anda harus ke Sungai Musi:

(Afif/detikTravel)

1. Landmark Jembatan Ampera

(Afif/detikTravel)
Jembatan Ampera, itulah julukan sebuah jembatan yang berdiri gagah di aliran Sungai Musi. Jembatan ini menjadi landmark kota sekaligus jalur utama penghubung Seberang Ulu dan Seberang Iilir.

Saat malam hari, warna-warni meriah cahaya lampu menerangi sehingga Jembatan Ampera terlihat makin cantik. Setiap hari jembatan ini sangat padat dilintasi kendaraan tak kenal siang atau malam.

1. Landmark Jembatan Ampera

(Afif/detikTravel)
Jembatan Ampera, itulah julukan sebuah jembatan yang berdiri gagah di aliran Sungai Musi. Jembatan ini menjadi landmark kota sekaligus jalur utama penghubung Seberang Ulu dan Seberang Iilir.

Saat malam hari, warna-warni meriah cahaya lampu menerangi sehingga Jembatan Ampera terlihat makin cantik. Setiap hari jembatan ini sangat padat dilintasi kendaraan tak kenal siang atau malam.

2. Wisata sejarah

(Afif/detikTravel)
Tak jauh dari Musi ada bekas keraton Kesultanan Palembang yang kini menjadi pusat berkumpulnya para turis. Di sana wisatawan bisa memandang jelas Jembatan Ampera dan aliran Sungai Musi. Kawasan itu berjuluk Plasa Benteng Kuto Besak (BKB).

Benteng itu sudah ada sejak abad ke-17, di era pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I. Benteng Kuto Besak bercat putih dan arsitektur bangunan masih kelihatan asli seperti dulu. Benteng Kuto Besak selalu ramai pengunjung, terutama anak-anak muda Palembang yang bersantai di sana.

2. Wisata sejarah

(Afif/detikTravel)
Tak jauh dari Musi ada bekas keraton Kesultanan Palembang yang kini menjadi pusat berkumpulnya para turis. Di sana wisatawan bisa memandang jelas Jembatan Ampera dan aliran Sungai Musi. Kawasan itu berjuluk Plasa Benteng Kuto Besak (BKB).

Benteng itu sudah ada sejak abad ke-17, di era pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I. Benteng Kuto Besak bercat putih dan arsitektur bangunan masih kelihatan asli seperti dulu. Benteng Kuto Besak selalu ramai pengunjung, terutama anak-anak muda Palembang yang bersantai di sana.

3. Wisata kuliner

(Afif/detikTravel)
Kota Wong Kito Galo punya santapan kuliner Pempek yang menggoyang lidah Anda. Di Plasa Benteng Kuto Besak yang menjadi pusat turis berkumpul di seputar Sungai Musi banyak sekali pedagang yang menjajakan kuliner ini dengan harga murah dan enak. Ada Pempek goreng dan bakar lengkap dengan cocolan sambal cuko, juga kerupuk kemplang. Kalau lagi beruntung, Anda bisa menyantap buah durian berdaging tebal dan manis.

Sore hari waktunya Anda datang ke sana dan mencicipi Pempek sambil memandangi Sungai Musi dari kejauhan. Pemandangan matahari terbenam hingga Sungai Musi bermandikan cahaya bisa dilihat jelas sembari menyantap Pempek yang dicocol cuko. Nyam!

3. Wisata kuliner

(Afif/detikTravel)
Kota Wong Kito Galo punya santapan kuliner Pempek yang menggoyang lidah Anda. Di Plasa Benteng Kuto Besak yang menjadi pusat turis berkumpul di seputar Sungai Musi banyak sekali pedagang yang menjajakan kuliner ini dengan harga murah dan enak. Ada Pempek goreng dan bakar lengkap dengan cocolan sambal cuko, juga kerupuk kemplang. Kalau lagi beruntung, Anda bisa menyantap buah durian berdaging tebal dan manis.

Sore hari waktunya Anda datang ke sana dan mencicipi Pempek sambil memandangi Sungai Musi dari kejauhan. Pemandangan matahari terbenam hingga Sungai Musi bermandikan cahaya bisa dilihat jelas sembari menyantap Pempek yang dicocol cuko. Nyam!

4. Ada pulau cantik

(Afif/detikTravel)
Sebuah pulau memang identik dengan gugusan perairan laut yang cantiknya tiada tara. Tapi di Sungai Musi ada delta kecil bernama Pulau Kemaro yang harus disambangi pelancong. Di sana ada Kelenteng Hok Tjing Rio dan pagoda berlantai 9.

Pulau ini juga berbalut kisah legenda tragis tewasnya Tan Bun An pangeran dari Tiongkok dan putri raja bernama Siti Fatimah. Ada makam mereka yang bersebelahan, juga tanda mitos pohon cinta.

4. Ada pulau cantik

(Afif/detikTravel)
Sebuah pulau memang identik dengan gugusan perairan laut yang cantiknya tiada tara. Tapi di Sungai Musi ada delta kecil bernama Pulau Kemaro yang harus disambangi pelancong. Di sana ada Kelenteng Hok Tjing Rio dan pagoda berlantai 9.

Pulau ini juga berbalut kisah legenda tragis tewasnya Tan Bun An pangeran dari Tiongkok dan putri raja bernama Siti Fatimah. Ada makam mereka yang bersebelahan, juga tanda mitos pohon cinta.

5. Berwisata perahu

(Afif/detikTravel)
Menikmati seluruh pemandangan Sungai Musi dengan naik perahu yang disewakan jadi cara paling asyik menghabiskan waktu di Sungai Musi. Ada 2 jenis perahu yang bisa ditumpangi traveler yaitu perahu motor dan perahu tradisional yang disebut Ketek. Dengan Rp 150.000 per perahu yang dapat ditumpangi 5-6 orang, Anda bisa berkeliling Sungai Musi Kota Palembang sampai puas.

Namun pelancong bisa juga menyeberang Sungai Musi jarak dekat dengan membayar Rp 2.500 per orang. Nah, kalau mau agak jauh naik perahu, pelancong bisa menyeberang ke Pulau Kemaro destinasi wisata andalan Kota Wong Kito Galo. Keberangkatan perahu bisa dari Benteng Kuto Besak atau persis di bawah Jembatan Ampera. Seru bukan?

5. Berwisata perahu

(Afif/detikTravel)
Menikmati seluruh pemandangan Sungai Musi dengan naik perahu yang disewakan jadi cara paling asyik menghabiskan waktu di Sungai Musi. Ada 2 jenis perahu yang bisa ditumpangi traveler yaitu perahu motor dan perahu tradisional yang disebut Ketek. Dengan Rp 150.000 per perahu yang dapat ditumpangi 5-6 orang, Anda bisa berkeliling Sungai Musi Kota Palembang sampai puas.

Namun pelancong bisa juga menyeberang Sungai Musi jarak dekat dengan membayar Rp 2.500 per orang. Nah, kalau mau agak jauh naik perahu, pelancong bisa menyeberang ke Pulau Kemaro destinasi wisata andalan Kota Wong Kito Galo. Keberangkatan perahu bisa dari Benteng Kuto Besak atau persis di bawah Jembatan Ampera. Seru bukan?
Halaman 2 dari 12
Jembatan Ampera, itulah julukan sebuah jembatan yang berdiri gagah di aliran Sungai Musi. Jembatan ini menjadi landmark kota sekaligus jalur utama penghubung Seberang Ulu dan Seberang Iilir.

Saat malam hari, warna-warni meriah cahaya lampu menerangi sehingga Jembatan Ampera terlihat makin cantik. Setiap hari jembatan ini sangat padat dilintasi kendaraan tak kenal siang atau malam.

Jembatan Ampera, itulah julukan sebuah jembatan yang berdiri gagah di aliran Sungai Musi. Jembatan ini menjadi landmark kota sekaligus jalur utama penghubung Seberang Ulu dan Seberang Iilir.

Saat malam hari, warna-warni meriah cahaya lampu menerangi sehingga Jembatan Ampera terlihat makin cantik. Setiap hari jembatan ini sangat padat dilintasi kendaraan tak kenal siang atau malam.

Tak jauh dari Musi ada bekas keraton Kesultanan Palembang yang kini menjadi pusat berkumpulnya para turis. Di sana wisatawan bisa memandang jelas Jembatan Ampera dan aliran Sungai Musi. Kawasan itu berjuluk Plasa Benteng Kuto Besak (BKB).

Benteng itu sudah ada sejak abad ke-17, di era pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I. Benteng Kuto Besak bercat putih dan arsitektur bangunan masih kelihatan asli seperti dulu. Benteng Kuto Besak selalu ramai pengunjung, terutama anak-anak muda Palembang yang bersantai di sana.

Tak jauh dari Musi ada bekas keraton Kesultanan Palembang yang kini menjadi pusat berkumpulnya para turis. Di sana wisatawan bisa memandang jelas Jembatan Ampera dan aliran Sungai Musi. Kawasan itu berjuluk Plasa Benteng Kuto Besak (BKB).

Benteng itu sudah ada sejak abad ke-17, di era pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I. Benteng Kuto Besak bercat putih dan arsitektur bangunan masih kelihatan asli seperti dulu. Benteng Kuto Besak selalu ramai pengunjung, terutama anak-anak muda Palembang yang bersantai di sana.

Kota Wong Kito Galo punya santapan kuliner Pempek yang menggoyang lidah Anda. Di Plasa Benteng Kuto Besak yang menjadi pusat turis berkumpul di seputar Sungai Musi banyak sekali pedagang yang menjajakan kuliner ini dengan harga murah dan enak. Ada Pempek goreng dan bakar lengkap dengan cocolan sambal cuko, juga kerupuk kemplang. Kalau lagi beruntung, Anda bisa menyantap buah durian berdaging tebal dan manis.

Sore hari waktunya Anda datang ke sana dan mencicipi Pempek sambil memandangi Sungai Musi dari kejauhan. Pemandangan matahari terbenam hingga Sungai Musi bermandikan cahaya bisa dilihat jelas sembari menyantap Pempek yang dicocol cuko. Nyam!

Kota Wong Kito Galo punya santapan kuliner Pempek yang menggoyang lidah Anda. Di Plasa Benteng Kuto Besak yang menjadi pusat turis berkumpul di seputar Sungai Musi banyak sekali pedagang yang menjajakan kuliner ini dengan harga murah dan enak. Ada Pempek goreng dan bakar lengkap dengan cocolan sambal cuko, juga kerupuk kemplang. Kalau lagi beruntung, Anda bisa menyantap buah durian berdaging tebal dan manis.

Sore hari waktunya Anda datang ke sana dan mencicipi Pempek sambil memandangi Sungai Musi dari kejauhan. Pemandangan matahari terbenam hingga Sungai Musi bermandikan cahaya bisa dilihat jelas sembari menyantap Pempek yang dicocol cuko. Nyam!

Sebuah pulau memang identik dengan gugusan perairan laut yang cantiknya tiada tara. Tapi di Sungai Musi ada delta kecil bernama Pulau Kemaro yang harus disambangi pelancong. Di sana ada Kelenteng Hok Tjing Rio dan pagoda berlantai 9.

Pulau ini juga berbalut kisah legenda tragis tewasnya Tan Bun An pangeran dari Tiongkok dan putri raja bernama Siti Fatimah. Ada makam mereka yang bersebelahan, juga tanda mitos pohon cinta.

Sebuah pulau memang identik dengan gugusan perairan laut yang cantiknya tiada tara. Tapi di Sungai Musi ada delta kecil bernama Pulau Kemaro yang harus disambangi pelancong. Di sana ada Kelenteng Hok Tjing Rio dan pagoda berlantai 9.

Pulau ini juga berbalut kisah legenda tragis tewasnya Tan Bun An pangeran dari Tiongkok dan putri raja bernama Siti Fatimah. Ada makam mereka yang bersebelahan, juga tanda mitos pohon cinta.

Menikmati seluruh pemandangan Sungai Musi dengan naik perahu yang disewakan jadi cara paling asyik menghabiskan waktu di Sungai Musi. Ada 2 jenis perahu yang bisa ditumpangi traveler yaitu perahu motor dan perahu tradisional yang disebut Ketek. Dengan Rp 150.000 per perahu yang dapat ditumpangi 5-6 orang, Anda bisa berkeliling Sungai Musi Kota Palembang sampai puas.

Namun pelancong bisa juga menyeberang Sungai Musi jarak dekat dengan membayar Rp 2.500 per orang. Nah, kalau mau agak jauh naik perahu, pelancong bisa menyeberang ke Pulau Kemaro destinasi wisata andalan Kota Wong Kito Galo. Keberangkatan perahu bisa dari Benteng Kuto Besak atau persis di bawah Jembatan Ampera. Seru bukan?

Menikmati seluruh pemandangan Sungai Musi dengan naik perahu yang disewakan jadi cara paling asyik menghabiskan waktu di Sungai Musi. Ada 2 jenis perahu yang bisa ditumpangi traveler yaitu perahu motor dan perahu tradisional yang disebut Ketek. Dengan Rp 150.000 per perahu yang dapat ditumpangi 5-6 orang, Anda bisa berkeliling Sungai Musi Kota Palembang sampai puas.

Namun pelancong bisa juga menyeberang Sungai Musi jarak dekat dengan membayar Rp 2.500 per orang. Nah, kalau mau agak jauh naik perahu, pelancong bisa menyeberang ke Pulau Kemaro destinasi wisata andalan Kota Wong Kito Galo. Keberangkatan perahu bisa dari Benteng Kuto Besak atau persis di bawah Jembatan Ampera. Seru bukan?

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads