Gua Maria Tritis di Gunungkidul, salah satu tempat wisata ziarah yang ramai dikunjungi. Dikumpulkan oleh detikTravel dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Kamis (5/6/2014), inilah Bunda Maria di Gunungkidul:
Gambaran orang tentang gua di Gunungkidul memang tidak terlepas dari kesan sakral dan sedikit angker. Tidak terkecuali dengan Gua Maria Tritis pada dahulu kala. Gua itu sering menjadi tempat bertapa dan persinggahan pangeran Kerajaan Mataram.
Pada tahun 1974 menjelang Natal, Romo Hardjosudarmo SJ terbiasa membuat gua Maria dari kertas. Hingga kemudian muridnya memberitahu akan keberadaan sebuah gua yang terletak di dekat rumahnya, sebagai pengganti gua kertas.
Terpesona dengan keindahan gua tersebut, Romo Hardjosudarmo SJ berinisiatif untuk menjadikan gua tersebut sebagai tempat ibadah umat Katolik. Kemudian disetujui oleh R Radio Sutirto selaku Kepala Desa keesokan harinya.
Barulah pada tahun 1979, Gua Maria Tritis diresmikan oleh Romo Lamers SJ. Ditaruhlah Patung Bunda Maria secara simbolik di gua itu. Barulah kemudian diselipkan nama Maria di Gua Tritis, menjadi Gua Maria Tritis. Kemudian tempat ini ramai didatangi peziarah.
Gua Maria yang terletak di deretan perbukitan karst Gunungkidul ini, terkenal akan air yang selalu menetes dari stalaktit di langit-langit gua. Sesuai dengan namanya yang berasal dari bahasa Jawa "tumaritis," air yang menetes.
Air yang menetes tersebut dipercaya manjur untuk kesehatan. Konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit, sehingga tidak sedikit peziarah yang membawa pulang airnya.
Bagi Anda yang mau melihat maupun berziarah, perlu berjalan melewati ladang jati terlebih dahulu. Setelah sampai, Anda masih perlu berjalan. Ada dua rute yang mengarah ke Gua Maria Tritis, rute pendek sejauh 500 meter, dan rute panjang sejauh 1,5 km.
Peziarah yang melakukan jalan salib biasanya menempuh rute panjang, dimana terdapat 14 pemberhentian sesuai kisah sengsara Yesus. Setelah menempuh perjalanan panjang, peziarah akan dibawa ke Bukit Golgota yang terjal dan berbatu. Membuat suasana makin syahdu, menyerupai cerita di Alkitab.
Pada bulan Mei dan Oktober khususnya, Gua Maria Tritis ramai, bertepatan dengan Bulan Maria. Tidak sedikit juga yang datang rutin untuk ibadah Novena pada Minggu pertama di setiap bulannya, memohon agar doanya dikabulkan.
Β
Ikuti trip menarik liburan ke Banyuwangi 3D2N, 20-22 Juni 2014. Kerja sama detikTravel dengan Garuda Indonesia dan Pemkab Banyuwangi, hanya Rp 1.980.000/orang! Info lengkap, klik EXPLORE INDONESIA.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru