"Suasana Pantai Hoya seperti di Kuta Bali ya," ujar Kepala Bidang Pariwisata Kota Gunungsitolo, Zendrato kepada detikTravel beberapa waktu lalu saat kunjungan ke Nias bersama rombongan Kemenparekraf.
Pantai Hoya ternyata merupakan salah satu potensi wisata Kota Gunungsitoli yang siap untuk dikembangkan. Dari pusat kotanya, belum ada angkutan umum yang melayani rute ke pantai ini dan jalanannya pun masih melewati rawa-rawa. Bahkan, di kawasan rawa belum ada tiang-tiang listrik untuk pencahayaan.
"Memang, kami sedang menyiapkan Pantai Hoya sebagai salah satu destinasi wisata andalan Kota Gunungsitoli," ucap Zendrato.
Perjalanan dari pusat kota ke Pantai Hoya memakan waktu sekitar 20 menit dengan naik kendaraan bermotor. Setibanya di Pantai Hoya, ada bekas dermaga dan gedung penjualan ikan yang terbengkalai.
"Dermaga ini selesai dibangun tahun 2007. Tapi sayang, kadang gelombang laut di sini terlalu tinggi yang bisa membuat perahu terjungkal," ujar Zendrato.
Pasir Pantai Hoya begitu halus saat disapu dengan kaki. Pantainya yang landai pun asyik jadi tempat bersantai. Satu lagi, suasana di sekitar pantai masih sepi alias jauh keramaian. Serasa pantai pribadi saja.
"Di sebelah kiri pantai ini ada puluhan pondokan untuk penjual kelapa atau makanan. Belum ada penginapan di sini," kata Zendrato.
Selain itu, masih ada fasilitas kamar mandi yang belum terkelola dengan baik. Sayang, kami tak lama menghabiskan waktu di sini dan harus menuju destinasi berikutnya.
Pantai Hoya memang memiliki potensi untuk jadi destinasi wisata tersohor di Kota Gunungsitoli. Asalkan infrastruktur dibenahi, akomodasi dibangun dan tetap memperhatikan aspek lingkungan, siapa sih yang tak betah berlama-lama di pantai yang mirip Pantai Kuta di Bali ini.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru