Wisatawan mulai memberi nama tempat itu Brown Canyon sejak beberapa bulan lalu. Letaknya berada di Desa Kebunbatur, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, namun karena berada di perbatasan, perbukitan padas itu lebih dikenal dengan Brown Canyon Semarang.
Tempat wisata dadakan tersebut sebenarnya tempat penambangan batu padas dan bukan lokasi wisata. Namun hasil gerusan puluhan alat berat di sana membuat bukit-bukit berbentuk artistik dan mulai menarik perhatian warga. Ada tiket masuk yang diberlakukan oleh warga Desa Kedungbatur yaitu Rp 2.000 untuk satu kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat detikTravel berkunjung ke sana, tidak sedikit anak-anak muda yang datang hanya untuk berfoto. Bahkan beberapa membawa rombongan menggunakan mobil meski akses jalan cukup sulit.
Mita Amrullah (19) warga Kabupaten Semarang bahkan rela jauh-jauh datang mengendarai motor bersama dua temannya, Lidia (19) dan Rahma (20) untuk berfoto di sana. Ia tertarik setelah melihat postingan foto di Instagram dan browsing di internet.
"Ini pertama kalinya buat saya. Teksturnya bagus, kayak Grand Canyon Amerika," kata Mita.
"Foto nanti mau diupload di Facebook," timpal Lidia.
Banyak spot yang bagus untuk mengambil foto di sana. Bahkan beberapa pengunjung rela memanjat tebing demi mendapat view yang tepat. Meski demikian tetap harus hati-hati karena tebing curam dan banyak truk bermuatan batu lalu-lalang.
Akses jalan ke Brown Canyon cukup mudah meski agak jauh. Jika dari Simpang Lima Semarang, jalan lurus ke arah Timur hingga pertigaan ke kanan arah Perumahan Pucang Gading. Ikuti jalan beton hingga pertigaan tempat keluar masuk truk batu maka hanya tinggal mengikuti jalan tanah berbatu hingga sampai ke lokasi.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru