Andai Tugu VOC di Jailolo Bisa Bicara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Andai Tugu VOC di Jailolo Bisa Bicara

- detikTravel
Jumat, 27 Mar 2015 07:20 WIB
Andai Tugu VOC di Jailolo Bisa Bicara
Tugu VOC di Jailolo (Afif/detikTravel)
Jailolo -

Salah satu daya tarik wisata Indonesia untuk turis adalah peninggalan bersejarah. Dari gedung sampai patung-patung berusia ratusan tahun. Tapi sayang, Tugu VOC di Jailolo, Halmahera justru sangat tidak terawat!

Masih ada perasaan yang mengganjal di hati saya sampai kini, kala mengunjungi Jailolo di Halmahera Barat beberapa waktu lalu. Perasaan penuh penasaran sekaligus kesal, tentang suatu tugu bersejarah yang terbengkalai di Desa Ropu Bolu Tengah dekat Desa Susupu.

Lokasinya sekitar 1 jam naik mobil dari pusat Kota Jailolo. Desa yang punya potensi wisata, karena memiliki pasir berpasir hitam yang dihuni kambing dan jadi arena permainan bambu gila. Semua kegiatan saya berjalan lancar dan menyenangkan, sampai tibalah waktu untuk pulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BACA JUGA: Aura Mistis di Balik Permainan Bambu Gila

Ketika duduk di dekat jendela mobil, saya meminta supir untuk berhenti sejenak. Saya terpaku dengan suatu tugu di pinggir jalan dan pucuknya runcing berwarna hitam. Dengan langkah seribu, saya sudah berdiri di depannya.

Wow! Ternyata tugunya bertuliskan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang merupakan kongsi atau persekutuan dagang dari penjajah Belanda di Indonesia. Didirkan sejak abad ke-16, VOC punya kekuatan untuk mengendalikan kegiatan ekonomi di kawasan timur Asia.

Tulisan VOC itu pun masih sangat khas, dengan huruf O dan C yang sejajar serta ditengahnya ada huruf V yang besar. Tulisannya seperti dipahat dan sudah berwarna hitam serta penuh lumut.

Saya langsung melihat tiap sisi, berharap menemukan plang informasi atau semacamnya. Sayang beribu sayang, hasilnya nihil. Jangan menyerah, coba tanya ke masyarakat setempat.

BACA JUGA: Mbeek! Pantai di Jailolo Ini Penghuninya Kambing

"Kurang tahu. Itu tugu juga sudah ada sejak lama dan dibiarkan begitu saja," ujar wanita tua yang rumahnya persis di depan Tugu VOC ini.

Bagian bawah tugu ternyata dipugar dengan keramik yang tebal dan diberi pembatas rantai. Bagus sih, tapi bukannya malah merusak keaslian tugunya ya?

Saya pun coba bertanya kepada para staf dari Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Barat mengenai sejarah dan serba-serbi Tugu VOC tersebut. Setali tiga uang, mereka mengaku tidak tahu banyak. Hanya tahu, itu tugu dari zaman Belanda saja.

Saya coba cara lain, mencoba mengulik informasi dari internet. Lagi-lagi, hanya satu atau dua tulisan dari traveler blogger yang sudah melihat tugu ini dan mereka juga tidak tahu infomasi lebih mendalam.

BACA JUGA: Makan Ulat Sagu Pakai Pisang Bakar di Jailolo, Enak Juga!

Perasaan saya sungguh berkecamuk. Satu sisi senang melihat Tugu VOC yang mungkin usianya ratusan tahun, satu lagi sedih karena tidak dirawat dengan baik.

Jika Tugu VOC setinggi dua meter ni dirawat dan diberi papan informasi pasti lebih menarik untuk turis. Turis bisa tahu, sejak kapan tugu itu ada, menandakan apa, untuk apa Belanda di Jailolo, apa yang Belanda ambil di Jailolo dan masih banyak lagi.

Belanda sendiri masuk ke kawasan Halmahera Barat sekitar abad ke-17. Kalau dihitung, umurnya bisa jadi sekitar 4 abad! Ah... andai Tugu VOC ini bisa bicara, pasti seru mengobrol dengannya.

(fay/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads