Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda

Vicky Fadly Ardana Putra - detikTravel
Selasa, 06 Okt 2026 07:31 WIB
loading...
Vicky Fadly Ardana Putra
Pengunjung asyik menonton video sejarah pada diorama Museum Kesaktian Pancasila. (Foto: Vicky Fadly)
Museum Kesaktian Pancasila bernuansa gelap dan menonjolkan diorama yang ada. (Foto: Vicky Fadly)
Museum Kesaktian Pancasila dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital. (Foto: Vicky Fadly)
Tata pamer Museum Kesaktian Pancasila usai revitalisasi lebih rapi dan modern. (Foto: Vicky Fadly)
Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda
Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda
Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda
Keren, Museum Kesaktian Pancasila Lebih Ramah bagi Anak Muda
Jakarta -

Masuk ke Museum Kesaktian Pancasila sekarang rasanya seperti masuk ke ruang yang berbeda. Ruang pamer dibuat lebih gelap, sementara pencahayaan justru diarahkan ke diorama sehingga cerita sejarah yang ditampilkan terasa lebih menonjol.

Wajah Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, memang terlihat baru usai selesai direvitalisasi. Museum kembali diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) lalu.

Begitu masuk, suasana gelap, udara yang lebih dingin, dan tampilan yang semakin modern menjadi hal yang langsung dirasakan traveler. Konsep tersebut terlihat lebih estetik dan membuat perhatian pengunjung terarah pada diorama yang diberi pencahayaan khusus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang pamer memadukan suasana gelap dengan pencahayaan lampu bernuansa kuning untuk menunjukkan rute ruang pamer. Hal ini membuat traveler bisa lebih fokus menikmati setiap peristiwa bersejarah yang dipamerkan dalam diorama. Perubahan ini tidak membuat koleksi lama diganti total.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 34 diorama asli tetap dipertahankan, bahkan rangkaian cerita sejarah yang lebih lengkap dipamerkan. Yang banyak berubah justru cara pengunjung diajak melihat dan memahami koleksi cerita sejarah tersebut.

"Melalui revitalisasi, museum diperbarui dengan penyajian sejarah yang lebih lengkap, tata pamer yang lebih informatif, serta sentuhan teknologi digital dan pengalaman imersif untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang edukasi dan memori kolektif bangsa," tulis akun Instagram resmi @monumenpancasilasakti.

Kini, sebagian diorama diberikan sentuhan multimedia. Ada bagian yang dilengkapi dengan video sehingga semakin interaktif dan membuat pengunjung tidak hanya berdiri melihat diorama dari balik kaca. Selain itu, terdapat ruang imersif di dalam museum.

Ruang imersif menceritakan bagaimana perjalanan sejarah Gerakan 30 September 1965 dengan lebih interaktif dan ramah, terutama bagi generasi muda. Alur cerita sejarah dibuat lebih lengkap. Penyusunan lini masa dan konteks sejarah melibatkan sejarawan.

Sementara itu, informasi sejarah dipamerkan melalui perpaduan teks, visual, dan sebagian dilengkapi dengan audio.

Ada pula Ruang Relik yang menjadi bagian dari pembaruan museum. Ruangan ini menyimpan jejak sejarah berupa benda peninggalan Pahlawan Revolusi, seperti pakaian hingga barang-barang lainnya. Konsep ruang yang lebih gelap membuat suasana museum terasa berbeda dari sebelumnya.

Dulu, perhatian traveler bisa terbagi dengan lingkungan ruang pamer. Sekarang, cahaya seolah memberi petunjuk bagian mana yang harus dilihat lebih dulu. Setelah direvitalisasi, ruang pamer museum kini terbagi menjadi tujuh area di lantai satu dan empat area di lantai dua.

Masing-masing lantai memiliki 14 diorama. Diorama memamerkan rangkaian cerita sejarah dalam rentang 1945-1974 yang berkaitan dengan Gerakan 30 September 1965. Pembenahan bukan cuma berhenti pada gedung museum.

Konsep yang digunakan juga mengarahkan traveler dari ruang pamer menuju sejumlah situs bersejarah lain di kawasan Lubang Buaya. "Revitalisasi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan museum sejarah yang semakin relevan bagi generasi masa kini dan mendatang agar perjalanan sejarah bangsa tidak hanya dikenang, tetapi juga dipahami dan diwariskan," tulis Instagram @monumenpancasilasakti.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads