Kelima museumnya tersebar dari Belitung, Batu, Yogyakarta sampai Bali. Jika kebanyakan museum berisi sejarah bangsa baik itu dokumentasi atau peralatan zaman dulu, maka tidak di museum-museum ini.
Disusun detikTravel, Kamis (21/5/2015) berikut 4 museum paling unik di Indonesia:
1. Museum Kata Andrea Hirata, Belitung
|
(Darwance Law/dTraveler)
|
Berdiri sejak tahun 2010, Museum Kata Andrea Hirata bagaikan surga bagi traveler penikmat sastra dan pembaca buku. Novel-novel karya Andrea Hirata, sang pendiri sekaligus novelis ternama, tersedia lengkap. Bahkan salah satu novelnya yang tersohor, Laskar Pelangi yang diterjemahkan ke dalam 20 bahasa dan diterbitkan di lebih dari 100 negara juga ada.
Masih soal Laskar Pelangi, cuplikan-cuplikan adegan filmnya yang diangkat ke layar lebar menghiasi ruangan. Beberapa kata-kata yang membakar semangat dan menyentuh hati juga menghiasi dinding-dinding ruangan. Seperti perkataan, 'Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpimu'.
Belum puas? Masih banyak literary musik, fim, seni dan novel lainnya yang dapat dibaca. Harapan Andrea Hiarata, adalah wisatawan yang datang ke sana bisa membaca buku dan mendapat inspirasi. Sampai-sampai, disediakan ruangan khusus bernama 'Panggung Ekspresi', tempatnya siapa saja yang mau membaca puisi, bernyanyi dan lainnya
Museum Kata Andrea Hirata pun ikut menjaga dan mengenalkan kebudayaan khas Melayu di Belitung. Terdapat dapur khas Melayu di bagian belakangnya, serta Warung Kopi Kuli. Di sinilah, tersaji kopi khas Belitung yang mantap. Sambil menyeruput kopi, Anda dapat lebih mengenal budaya Belitung lebih dalam.
Terakhir, Museum Kata Andrea Hirata memiliki kantor pos. Anda diberikan kesempatan untuk menuliskan berbagai pesan kepada orang yang disayang pada secarik kartu pos, dan nanti staf museum akan mengirimkannya ke alamat yang dituju.
Museum Kata Andrea Hirata berlokasi di Jalan Laskar Pelangi Nomor 7 di Desa Gantong, Belitung Timur. Dari Kota Tanjung Pandan, jarak tempuhnya kurang lebih dua jam naik mobil. Tiket masuknya gratis!
2. Museum Anak Kolong Tangga, Yogyakarta
|
(Youtube)
|
Di berbagai sudut museumnya tersimpan rapi aneka mainan tradisional. Ada congklak, engrang, gasing, balon busa sampai kuda-kudaan kayu. Belum lagi, masih terdapat boneka kayu pinokio dan berbagai mainan anak dari seluruh dunia. Khusus yang ini, mainannya tersimpan dalam etalase kaca yang diberi label dengan keterangan nama, negara asal, dan sejarah yang melatarbelakangi kehadirannya.
Jika ditotal, jumlah mainan di Museum Anak Kolong Tangga menyentuh angka 500 buah. Tiap langkah kaki di dalam museumnya, seolah membawa Anda ke masa kecil. Di kala mainan dari kayu atau yang terbuat seadanya, bisa membuat hati riang gembira. Tak kalah seru, dengan permainan tablet dan gadget-gadget yang dipakai anak-anak sekarang.
Anda pun bisa mengajak buah hati atau keponakan untuk mengajari berbagai permainannya. Ada nilai kebersamaan dan keseruan yang didapat dari tiap-tapi permainannya. Permainan teknologi memang canggih, tapi permainan tradisional di Museum Anak Kolong Tangga juga menarik untuk dicoba.
Sedikit rasa miris, pendiri museumnya ternyata seniman Belgia bernama Rudi Corens. Dia membangun museumnya di tahun 2008, dengan didasari rasa kekhawatiran akan punahnya mainan tradisional. Dia ingin membuat orang-orang untuk tidak melupakan budaya, yang salah satunya brupa mainan tradisional.
Museum Anak Kolong Tangga berlokasi di Jl Sri Wedani No 1, yang masih termasuk bagian dari Taman Budaya Yogyakarta. Tiket masuknya murah, tak lebih dari Rp 5 ribu. Selamat datang di museum mainan pertama di Indonesia ini!
3. Museum Tubuh Bagong, Batu
|
(Museum Tubuh Bagong)
|
Ya, museum ini memang punya diorama tubuh manusia yang lengkap. Anda bisa masuk ke bagian otak, gigi, jantung, paru-paru dan lainnya. Bentuk ruangannya dibuat semirip mungkin dengan organ tubuh manusia. Tak ketinggalan, informasi tiap-tiap organnya pun bisa diketahui wisatawan.
Museum Tubuh Bagong memang sarat edukatif. Namun agar tidak bosan, pihak museum membuat berbagai permainan seru di dalamnya seperti terdapat permainan panjat tebing yang papannya menyerupai otak dan fasilitas pemeriksaan mata gratis. Kalau lapar, mampir saja ke Cafe Gigi yang bentuk kafenya menyerupai gigi manusia.
Tiket masuk Museum Tubuh Bagong adalah sebesar Rp 40 ribu saat weekday dan Rp 60 ribu saat weekend. Baik anak-anak hingga orang dewasa, dipersilakan memasuki Museum Tubuh Bagong ini. Siap-siap menjelajahi tubuh manusia!
4. Museum Kerang, Bali
|
(Youtube)
|
Punya luas 1.500 meter persegi, Museum Kerang terbagi dalam tiga bagian. Di lantai pertama, Anda akan melihat galeri indah berisi aneka aksesoris berbahan kerang. Dari pernak-pernik, pajangan dinding sapai lampu.
Di lantai dua, terdapat koleksi kerang dengan berbagai ukuran dari wilayah Indonesia dan sampai seluruh dunia. Yang menarik perhatian, adalah fosil Orthoceras, kerang panjang berbentuk pipih yang diperkirakan berumur 395 juta tahun. Bahkan, terdapat fosil kerang terbesar di Asia yang disebut Crinions dengan diameter 1,4 meter dan berat 1,7 kilogram.
Sedangkan di bagian paling atas, ada museum biota laut. Di lantai ini pula terdapat fosil aneka jenis bulu babi, hiu, bintang laut, dan lain-lain.Β Tiket masuk ke museumnya memang cukup mahal, sekitar Rp 50 ribu. Namun pengalaman dan informasi yang didapat, akan sangat menambah wawasan mengenai dunia bawah laut.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Bukan Hanya Wisatawan, Menkes Juga Merasa Berat Bayar Tiket Pesawat
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
DPR Beberkan Biang Keladi Harga Tiket Pesawat Domestik di Indonesia Mahal