Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Mei 2015 17:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Museum di Surabaya Ini Simpan Alat Santet & Boneka Jelangkung!

Imam Wahyudiyanta
Redaksi Travel
Boneka Jelangkung dan Nini Towok (Imam/detikTravel)
Boneka Jelangkung dan Nini Towok (Imam/detikTravel)
Surabaya - Surabaya mempunyai beberapa museum yang menarik. Selain museum perjuangan dan museum keretek House of Sampoerna, Surabaya juga mempunyai museum unik yang menyimpan alat-alat santet dan boneka jelangkung. Berani lihat?

Berlokasi di Jalan Indrapura 17, Surabaya, museum yang didirikan oleh Dr dr Haryadi Soeparto DOR MSc APU tersebut nampak lengang. Memang tidak banyak yang berkunjung ke museum yang didirikan tahun 1990-an ini. Nama lengkapnya adalah Museum Kesehatan dr Adhyatma MPH.

"Setiap harinya ada yang berkunjung secara pribadi. Tetapi tidak banyak. Kebanyakan yang berkunjung adalah rombongan dari sekolah," kata Sartono, salah satu staf museum kepada detikTravel, Rabu (20/5/2015).

Dari pengamatan detikTravel, Museum Kesehatan terdiri dari tiga sasana yakni kesehatan sejarah, kesehatan iptek, dan kesehatan tradisional. Tiket masuknya murah, hanya Rp 1.500.

Dari tiga bagian itu, yang menjadi favorit wisatawan adalah kesehatan tradisional. Kenapa? Karena sasana tersebut menyajikan sasana penyembuhan tradisional yang salah satunya benda-benda santet. Karena koleksi inilah banyak orang menyebut Museum Kesehatan sebagai Museum Santet.

"Apalah artinya nama. Itu justru merupakan marketing bagi museum ini," kata dr Haryadi saat ditemui detikTravel.

Mari kita tengok koleksi apa saja yang ada di sasana penyembuhan tradisional ini. Memang bagian paling menarik dari sasana ini adalah koleksinya tentang santet.

Pada salah satu sudut ruangan ditampilkan dua foto rontgen pasien yang terkena santet. Pada foto rontgen orang dewasa terlihat gotri dan paku di dalam ususnya. Sementara pada foto rontgen bayi terlihat ada jarum di dalam usus dan di dalam rongga perut (abdomen).

Di bawah koleksi tersebut, terdapat berbagai benda di dalam etalase yang berhubungan dengan santet. Seperti misalnya paku yang dikeluarkan bersama muntahan, tanah kuburan untuk menyantet, telur untuk mendiagnosa suatu penyakit, peralatan santet, senjata penangkal santet, dan lain sebagainya.

Bahkan di dinding ruangan tertempel plakat tentang cara bagaimana santet dilakukan. Pada plakat itu diterangkan bagaimana sebuah paku bisa berpindah ke orang lain melalui santet. Dalam hal ini yang dijadikan media adalah ayam.

Setelah disiapkan peralatannya, sang dukun kemudian melakukan ritual mengirim paku ke sebuah ayam jago yang diletakkan di situ. Setelah proses ritual selesai, ayam jago pun disembelih. Benar saja, terlihat beberapa jarum menancap di organ hati dan jantung ayam.

Sejumlah koleksi lain yang menarik yang dikatakan berhubungan dengan hal gaib adalah sampel air batu Ponari dari Megaluh, Jombang. Seperti kita tahu, Ponari pernah menjadi fenomenal. Bocah yang pernah disambar petir itu dikatakan bisa menyembuhkan penyakit hanya dengan meminum air yang dicelupkan batu petirnya.

Ada juga air yang digunakan untuk media santet, air dari paranormal, air dari paranormal Ki Kusumo, air tumbal kambing berkepala hitam. Ada juga berbagai benda sebagai penolak bala seperti gelang rumput, rajah kulit kambing dan kertas, kalung nama untuk bayi, bulu landak, sendok perak, tapal kuda.

Salah satu koleksi Museum Kesehatan yang juga populer adalah Jelangkung dan Nini Towok. Dua boneka tradisional itu di letakkan di sebuah etalase yang menempel di dinding ruangan. Berlatar belakang merah, dua boneka untuk memanggil arwah itu cukup menyeramkan dan membuat bergidik bagi yang melihatnya. Suasana ruangan yang temaram, sepi, dan berhawa dingin juga menjadi sensasi sendiri menikmati kemisteriusan museum tersebut.

"Sekali sebulan, di tanggal muda, saya meletakkan hio di dua sudut ruangan," kata dr Haryadi.



(Kurnia Yustiana/Fitraya Ramadhanny)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED