Dalam perhelatan Festival Danau Sentani 2015 yang berlangsung hingga hari ini, sejumlah suku adat saling menampilkan tarian hingga kerajinan budaya masing-masing. Bersama dengan rombongan menteri dan rekan jurnalis serta blogger, detikTravel sempat singgah ke Kampung Abar.
Ketika rombongan turun dari dermaga Kampung Abar, tampak satu rumah model panggung yang dihias menarik. Terletak persis di sampingnya, adalah meja dengan berbagai kerajinan gerabah, mulai dari mangkuk hingga gantungan kunci.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kampung Abar punya kerajinan tanah liat (gerabah), itu lihat saja di depan rumah-rumah, ukurannya beda-beda," ujar bendahara Kampung Abar, Felix, saat diwawancarai detikTravel, Sabtu (20/6/2015)
Sebagai salah satu desa adat di Danau Sentani, Kampung Abar memang terkenal akan kerajinan tanah liat atau gerabah. Dilihat dari bentuknya yang masih sedikit kasar, terlihat kalau kerajinan itu dibuat secara tradisional.
Sekembalinya dari Kampung Abar, detikTravel pun sempat bertanya perihal kerajinan gerabah ke salah satu pemuda bernama Yuli yang menjaga booth Kampung Abar di pameran Festival Danau Sentani.
"Kerajinan ini cuma ada di Kampung Abar saja, karena cuma di Abar tanahnya cocok untuk buat seperti itu. Biasanya kaum perempuan yang buat," ujar Yuli.
Dari keseluruhan desa yang ada di Danau Sentani, hanya di Kampung Abar saya yang memiliki kerajinan tanah liat. Alasannya, hanya tanah di Abar saja yang memiliki karakteristik untuk membuat kerajinan tanah liat. Kalau ada desa lain yang juga membuat, dapat dipastikan kalau tanahnya berasal dari Abar.
Hari ini merupakan hari terakhir dari Festival Danau Sentani 2015. Jika tengah berkunjung ke Kampung Abar di Sentani, jangan lupa untuk membeli cinderamata dari tanah liat yang khas dan eksotis.Β
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'