Adanya berbagai pilihan tempat wisata yang menarik hingga mudahnya akses, membuat wisata religi di ibukota Jawa Tengah ini jadi menyenangkan. Disusun detikTravel, Senin (29/6/2015) inilah 5 alasan kenapa harus wisata religi di Semarang:
1. Ada masjid yang mirip dengan Masjid Nabawi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MAJT juga tampak begitu kokoh dan indah dengan tiga gaya arsitektur. Bangunan utama masjid bergaya rumah Joglo, keempat minaretnya berasitektur Persia, sedangkan pada bagian depannya dilengkapi dengan area terbuka cukup luas yang sering disebut plaza, seperti di Eropa. Payung yang mirip dengan Masjid Nabawi itu ditempatkan di plaza ini.
2. Banyak pilihan objek wisata
Selain MAJT, masih banyak pilihan tempat wisata religi lainnya. Ada Masjid Baiturrahman yang sering dikunjungi wisatawan setelah berkeliling di Simpang Lima. Ada pula Masjid Kauman yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1749, yang lokasinya dekat dengan Pasar Johar dan sarat dengan sejarah zaman kolonial Belanda.
Tak hanya masjid, ada pula Kelenteng Sam Poo Kong yang menjadi jejak peradaban Islam dan Tionghoa di Jawa. Konon, kelenteng ini dulunya berfungsi sebagai masjid yang dibangun oleh Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim yang berasal dari Tiongkok.
3. Aksesnya mudah
Jalan-jalan di Semarang tanpa membawa kendaraan pribadi tidak begitu merepotkan. Ada berbagai pilihan alat transportasi yang bisa digunakan. Traveler bisa naik bus Trans Semarang, angkot, becak, atau sewa mobil dan motor.
4. Murah
Untuk wisata religi di Semarang, traveler tak perlu menghabiskan banyak uang. Berkunjung ke masjid tidak dikenakan biaya, keculi pada bagian tertentu. Seperti di MAJT misalnya, masuk masjid memang gratis tapi ada biaya tambahan jika ingin naik ke Menara Asmaul Husna yaitu sekitar Rp 7 ribu.
Masuk ke Kelenteng Sam Poo Kong juga ada biaya tiket masuk dengan harga terjangkau. Untuk turis lokal harga tiketnya Rp 3 ribu. Tapi jika Anda berkunjung bersama turis mancanegara, ia harus membayar Rp 10 ribu.
5. Bisa sekaligus wisata kuliner Ramadan
Setelah puas keliling untuk wisata religi, Anda bisa sekaligus menunggu buka untuk wisata kuliner Ramadan. Ada salah satu tempat kuliner populer yang letaknya di depan dengan Masjid Kauman. Tempat itu sering disebut dengan namanya Pasar Ramadan Kauman.
Di sana, ada berbagai pilihan makan ringan hingga yang berat untuk Anda nikmati. Seperti gorengan, jajan pasar, serta aneka es buah. Biasanya pasar ini sudah mulai ramai pengunjung sejak pukul 16.00 WIB.
(krn/Azhari Harahap)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru