Libur Lebaran, Kunjungi 6 Masjid Bersejarah di Pulau Jawa

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Libur Lebaran, Kunjungi 6 Masjid Bersejarah di Pulau Jawa

Johanes Randy - detikTravel
Jumat, 17 Jul 2015 16:20 WIB
Libur Lebaran, Kunjungi 6 Masjid Bersejarah di Pulau Jawa
(Kurnia/detikTravel)
Demak - Hari ini umat Islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa. Jika ingin merasakan suasana Idul Fitri yang lebih kental, cobalah mampir ke 6 masjid bersejarah di Pulau Jawa ini.

Pulau Jawa memegang peranan penting sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam. Hal itu terbukti dari sejumlah masjid bersejarah yang ada. Dihimpun detikTravel, Jumat (17/7/2015) berikut 6 masjid bersejarah di Pulau Jawa:

1. Masjid Agung Demak

(Kurnia/detikTravel)
Masjid Agung Demak yang berada di Desa Gelagah Wangi, Demak, memiliki peranan penting bagi umat Muslim di Indonesia. Sejarahnya, masjid tersebut dibangun oleh Raden Patah dan para Wali Songo pada tahun 1478.

Selain bersejarah, Masjid Agung Demak juga memiliki banyak filosofi melalui arsitektur bangunannya. Mulai dari atap tiga tingkat, pintu penghubung, jendela, hingga empat tiang penyangga yang dipasang langsung oleh Wali Songo.

Pada bulan Lebaran seperti sekarang, tidak sedikit traveler yang datang ke Masjid Agung Demak untuk berziarah. Tujuannya adalah untuk ziarah mendoakan arwah leluhur dan Sultan Demak serta keluarganya dan juga doa pribadi.

2. Masjid Agung Cirebon

(Fitraya/detikTravel)
Masjid Agung Cirebon atau biasa disebut dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah sebuah masjid yang terletak di Kompleks Keraton Kesepuhan, Cirebon, Jawa Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 1480 M oleh salah satu wali yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, yakni Sunan Gunung Jati.

Tidak hanya itu, Masjid Agung Cirebon juga dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dari segi arsitektur, Masjid Agung Cirebon memiliki dua bagian yang terdiri dari serambi masjid dan ruang utama.

Jika memperhatikan, Anda akan mendapati sembilan buah pintu menuju ruang utama masjid. Sembilan pintu itu menyimbolkan sembilan wali yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Ada banyak nilai filosofi yang bisa Anda ketahui.

3. Masjid Ampel Surabaya

(Rizki Ramadan/d'Traveler)
Berikutnya adalah Masjid Ampel di Surabaya yang didirikan pada tahun 1421. Sesuai namanya, Masjid Ampel dibangun oleh Sunan Ampel yang merupakan salah satu dari Wali Songo, di bantu oleh Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji yang merupakan sahabat karib serta santrinya.

Seperti halnya Masjid Agung Demak, Masjid Sunan Ampel juga menjadi tempat berkumpul para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan perkembangan ajaran Islam dan membahas metode penyebarannya. Secara tampilan, Masjid Ampel bergaya arsitektur Jawa kuno dengan nuansa Arab.

Jika mau berziarah, Masjid Agung Sunan Ampel terletak di Jalan Ampel Masjid, Surabaya. Berhubung letaknya cukup berdekatan dengan pasar, Anda juga bisa berbelanja makanan khas dan pakaian sambil ziarah. Selain itu nuansa Islami di sini juga cukup kental.

4. Masjid Menara Kudus

(Isti Arum Murtiasih/d'Traveler)
Berpindah ke Desa Kauman, terdapat Masjid Menara Kudus yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549. Namun masjid tersebut juga dikenal dengan nama Masjid Al Aqsa. Alasannya, batu pertama Masjid Menara Kudus adalah batu Baitul Maqdis dari Palestina.

Keunikan lainnya datang dari salah satu menara masjid yang malah tampak seperti candi pada umumnya. Terlihat jelas bahwa menara masjidnya merupakan hasil akulurasi dari budaya Islam dan Hindu. Hal itu menyiratkan, bahwa dalam memberikan dakwah, Sunan Kudus tidak serta merta menanggalkan budaya asli daerah setempat.

Bagi Anda yang mau ziarah ke Masjid Menara Kudus, terdapat pula makam Sunan Kudus beserta para keluarganya. Jangan terkejut kalau Anda harus mengantre karena banyaknya peziarah yang datang.

5. Masjid Agung Banten

(Anggi Agistia/d'Traveler)
Sebagai kawasan yang dulunya dikuasai oleh kerajaan Islam, sudah pasti Banten punya masjid yang megah. Adalah Masjid Agung Banten, dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) yang merupakan sultan pertama dari Kesultanan Banten.

Sejarahnya, Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Sultan Hasanudin pun merupakan tokoh paling penting dalam penyebaran Islam di Banten. Pada hari raya, tidak sedikit peziarah yang datang untuk mengagumi masjid hingga berdoa di makam Sultan Hasanuddin.

Dilihat dari tahun pembuatannya, Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia setelah Masjid Agung Demak dan Cirebon. Jika ingin mampir, Masjid Agung Banten berada di Desa Banten Lama, atau sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang yang merupakan Ibukota Banten. 

6. Masjid Mantingan Jepara

(Facebook)
Masjid bersejarah terakhir adalah Masjid Mantingan di Jepara, Jawa Tegah. Sejarah menyebutkan kalau Masjid ini dibangun saat masa Kesultanan Demak pada tahun 1559 silam. Tidak jauh berbeda dengan masjid bersejarah, Masjid Mantingan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Uniknya, hampir sebagian besar bagian masjid dibangun dengan bahan yang didatangkan dari Makao. Tidak heran kalau nuansa Tiongkok juga cukup terlihat dalam Masjid Mantingan Jepara. Akhir kata, selamat berwisata religi dan selamat Idul Fitri!
Halaman 2 dari 7
Masjid Agung Demak yang berada di Desa Gelagah Wangi, Demak, memiliki peranan penting bagi umat Muslim di Indonesia. Sejarahnya, masjid tersebut dibangun oleh Raden Patah dan para Wali Songo pada tahun 1478.

Selain bersejarah, Masjid Agung Demak juga memiliki banyak filosofi melalui arsitektur bangunannya. Mulai dari atap tiga tingkat, pintu penghubung, jendela, hingga empat tiang penyangga yang dipasang langsung oleh Wali Songo.

Pada bulan Lebaran seperti sekarang, tidak sedikit traveler yang datang ke Masjid Agung Demak untuk berziarah. Tujuannya adalah untuk ziarah mendoakan arwah leluhur dan Sultan Demak serta keluarganya dan juga doa pribadi.

Masjid Agung Cirebon atau biasa disebut dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah sebuah masjid yang terletak di Kompleks Keraton Kesepuhan, Cirebon, Jawa Barat. Masjid ini dibangun pada tahun 1480 M oleh salah satu wali yang menyebarkan Islam di Jawa Barat, yakni Sunan Gunung Jati.

Tidak hanya itu, Masjid Agung Cirebon juga dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dari segi arsitektur, Masjid Agung Cirebon memiliki dua bagian yang terdiri dari serambi masjid dan ruang utama.

Jika memperhatikan, Anda akan mendapati sembilan buah pintu menuju ruang utama masjid. Sembilan pintu itu menyimbolkan sembilan wali yang menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Ada banyak nilai filosofi yang bisa Anda ketahui.

Berikutnya adalah Masjid Ampel di Surabaya yang didirikan pada tahun 1421. Sesuai namanya, Masjid Ampel dibangun oleh Sunan Ampel yang merupakan salah satu dari Wali Songo, di bantu oleh Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji yang merupakan sahabat karib serta santrinya.

Seperti halnya Masjid Agung Demak, Masjid Sunan Ampel juga menjadi tempat berkumpul para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan perkembangan ajaran Islam dan membahas metode penyebarannya. Secara tampilan, Masjid Ampel bergaya arsitektur Jawa kuno dengan nuansa Arab.

Jika mau berziarah, Masjid Agung Sunan Ampel terletak di Jalan Ampel Masjid, Surabaya. Berhubung letaknya cukup berdekatan dengan pasar, Anda juga bisa berbelanja makanan khas dan pakaian sambil ziarah. Selain itu nuansa Islami di sini juga cukup kental.

Berpindah ke Desa Kauman, terdapat Masjid Menara Kudus yang dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 1549. Namun masjid tersebut juga dikenal dengan nama Masjid Al Aqsa. Alasannya, batu pertama Masjid Menara Kudus adalah batu Baitul Maqdis dari Palestina.

Keunikan lainnya datang dari salah satu menara masjid yang malah tampak seperti candi pada umumnya. Terlihat jelas bahwa menara masjidnya merupakan hasil akulurasi dari budaya Islam dan Hindu. Hal itu menyiratkan, bahwa dalam memberikan dakwah, Sunan Kudus tidak serta merta menanggalkan budaya asli daerah setempat.

Bagi Anda yang mau ziarah ke Masjid Menara Kudus, terdapat pula makam Sunan Kudus beserta para keluarganya. Jangan terkejut kalau Anda harus mengantre karena banyaknya peziarah yang datang.

Sebagai kawasan yang dulunya dikuasai oleh kerajaan Islam, sudah pasti Banten punya masjid yang megah. Adalah Masjid Agung Banten, dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) yang merupakan sultan pertama dari Kesultanan Banten.

Sejarahnya, Sultan Maulana Hasanuddin adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati. Sultan Hasanudin pun merupakan tokoh paling penting dalam penyebaran Islam di Banten. Pada hari raya, tidak sedikit peziarah yang datang untuk mengagumi masjid hingga berdoa di makam Sultan Hasanuddin.

Dilihat dari tahun pembuatannya, Masjid Agung Banten merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia setelah Masjid Agung Demak dan Cirebon. Jika ingin mampir, Masjid Agung Banten berada di Desa Banten Lama, atau sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang yang merupakan Ibukota Banten. 

Masjid bersejarah terakhir adalah Masjid Mantingan di Jepara, Jawa Tegah. Sejarah menyebutkan kalau Masjid ini dibangun saat masa Kesultanan Demak pada tahun 1559 silam. Tidak jauh berbeda dengan masjid bersejarah, Masjid Mantingan merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Uniknya, hampir sebagian besar bagian masjid dibangun dengan bahan yang didatangkan dari Makao. Tidak heran kalau nuansa Tiongkok juga cukup terlihat dalam Masjid Mantingan Jepara. Akhir kata, selamat berwisata religi dan selamat Idul Fitri!

(rdy/fay)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads