Ini Rumah Kost yang Mengubah Nasib Bangsa Indonesia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata Kemerdekaan

Ini Rumah Kost yang Mengubah Nasib Bangsa Indonesia

Johanes Randy - detikTravel
Sabtu, 15 Agu 2015 13:35 WIB
Ini Rumah Kost yang Mengubah Nasib Bangsa Indonesia
Museum Sumpah Pemuda yang dulu adalah kostan (Randy/detikTravel)
Jakarta - Membicarakan kemerdekaan Indonesia, tentu tidak terlepas dari peran serta pemuda. Apabila melewati daerah Kramat di Jakarta Pusat, traveler dapat melihat Museum Sumpah Pemuda yang dulunya rumah kost pergerakan pemuda Indonesia.

Umumnya traveler yang singgah ke Museum Sumpah Pemuda di Jakarta Pusat, mengetahui kalau tempat tersebut merupakan lokasi Kongres Pemuda II pada tahun 1928. Namun selain itu, dahulu Museum Sumpah Pemuda berfungsi sebagai rumah kost para pemuda Indonesia!

Sejarahnya, dahulu Indonesia hanya memiliki dua sekolah yang berada di Jakarta, yakni School tot Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA) dan Retch Hogeschool (RHS). Museum Sumpah Pemuda saat itu menjadi kost dari para pemuda yang bersekolah di dua sekolah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum jadi Museum Sumpah Pemuda, ini dulu tempat kost mahasiswa pemuda Indonesia, pas dulu jadi rumah kost, ini dulu tempat belajarnya," ujar pemandu Museum Sumpah Pemuda yang bernama Bakti pada detikTravel, Jumat (15/8/2015) sore.

Beberapa tokoh pemuda yang turut serta dalam Kongres Sumpah Pemuda pun diketahui menginap dan memikirkan perumusannya di Museum Sumpah Pemuda. Tidak heran kalau museum ini menjadi lokasi dari Kongres Sumpah Pemuda II pada tahun 1928.

"Kalau tokohnya ada Soegondo Djojopoespito, itu ketua kongresnya, kemudian ada AK gani, Johannes Leimena, Katjasungkana, Mohammad Roem, mereka juga pernah kost di sini," papar Bakti

Di ruangan pengenalan yang merupakan ruang pertama museum, traveler dapat melihat diorama dari ruang belajar para pemuda, lengkap dengan bukunya. Memasuki ruangan berikutnya, traveler dapat melihat replika bendera yang mewakili jong atau sebutan untuk para pemuda yang berasal dari daerah-daerah berbeda di Indonesia.

"Ini contoh bendera, ada replikanya Jong Java, Sumatera, yang aslinya kita simpan" jelas Bakti.

Sedangkan di ruangan berikutnya, traveler dapat menemukan ruangan yang menjadi tempat informasi bagi para pemuda. Tampak diorama pemuda yang memakai sarung dan terlihat sedang mendengarkan radio jadul yang menjadi satu-satunya sumber informasi kala itu.

Memasuki ruang utama museum, dapat ditemui diorama yang menggambarkan lokasi Kongres Pemuda II. Ya, ruangan tersebut merupakan lokasi persis dari kongres, sekaligus tempat dialunkannya lagu Indonesia Raya pertama kalinya oleh WR Soepratman.

"Kenapa yang jadi museum di sini, karena di sinilah dibacakan ikrar pemuda, di sini juga pertama kali diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya WR Soepratman," ujar Bakti.

Selain diorama berukuran besar, tampak pula diorama berukuran kecil dalam kotak kaca, serta salinan teks Sumpah Pemuda dan versi asli dari lagu Indonesia Raya karangan WR Soepratman di dinding museum. Di ruangan lainnya juga dapat ditemui biola dari WR Soepratman serta ruang kontemplasi dan ruang pramuka.

Siapa sangka kalau dari kamar kost, pemuda Indonesia yang berbeda-beda dapat bersatu dan merumuskannya dalam Sumpah Pemuda yang dapat menyatukan pemuda di seluruh Indonesia. Kalau ingin tahu lebih banyak, datang saja langsung ke Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya No 106, Jakpus.

(rdy/Aditya Fajar Indrawan)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads