Jangan bayangkan Puncak Carstensz itu luas. Malah berharap, bisa mengadakan upacara 17 Agustus di atasnya dengan belasan pendaki. Kenyataannya, Puncak Carstensz justru seperti batu saja yang sempit.
"Puncaknya itu, 10 orang saja sudah penuh," ujar Ardeshir Yaftebbi salah satu pemandu tim Ekdpedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 kepada detikTravel di Basecamp Danau-danau sebelum melakukan summit attack ke Puncak Carstensz, Sabtu (29/8) kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, kita panjat tebing dulu sebelum tiba di puncak. Kalau banyak orang, tentu bisa lama jalannya karena harus gantian naik. Apalagi di beberapa titik, banyak batu kerikil yang bahaya kalau dipijak dan bisa kena ke orang di belakangnya. Di pitch 3 tepatnya," papar pria asal Aceh ini.
Ardeshir menegaskan, sebelum tim jurnalis naik ke Puncak Carstensz, sebelum pukul 11.00 WIT semua sudah harus tiba di Teras Besar. Kalau melebihi waktu yang ditentukan, semua ditarik mundur.
"Kemalaman, bisa berbahaya di sana. Kita turunnya juga pakai tali, bahaya kalau gelap. Kita meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.
Benar saja, ketika detikTravel menapakan kaki di Puncak Carstensz, tempatnya sangat sempit. Puncaknya sendiri hanya ditandai dengan plakat dan satu tiang sebagai penanda titik tertingginya.
"Di bawah 10, bertujuh atau berlima lebih enak. Jadi bisa lebih lama nikmatin waktu di puncaknya," tutup pria 30 tahun tersebut.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun