Sabtu malam, 29 Agustus kemarin, tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 kembali ke Basecamp Danau-danau setelah berhasil menginjakan kaki di Puncak Carstensz. Semua tim dalam kondisi lelah, badan serasa rontok karena medan yang sangat berat.
Begitu matahari tenggelam, seperti biasa semua tim sibuk menyiapkan makan malam. Ada yang memasak nasi, mie instant sampai minuman hangat. Sementara itu, dua pemandu kami, Ardeshir Yaftebbi dan Arif Fathurrohman sibuk membersihkan sampah-sampah yang banyak berserakan di basecamp.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saya sendiri kala itu sedang berada di dalam tenda. Tidak kuat untuk keluar tenda, karena udara yang sangat dingin. Belum lagi, kaki dan tangan pegalnya bukan main.
"Iya Fif, bagus itu bulannya, dekat banget," kata Arga Nugraha, salah satu tim pendaki yang ikut ekspedisi ini mewakili Yayasan Somatua.
Ah, baiklah saya keluar tenda juga. Ya Tuhan, benar kata mereka berdua. Bulan purnama terlihat sangat jelas di depan mata tanpa penghalang sama sekali. Tidak ada awan atau kabut yang turun.
Bentuknya yang bulat dan warna putih di permukannya juga terlihat sangat jelas. Di beberapa titik, warna putihnya tertutup dengan warna abu-abau. Cahaya bulannya pun bersinar terang. Kami pun memotretnya cuma bermodalkan kamera biasa saja. Indah!
"Rasanya dekat banget bulan dari kita ya. Kayak bisa menyentuh begitu ya," kata Hendricus Mutter, ketua tim pemandu ekspedisi ini yang mungkin hanyut terbawa suasana.
Kami semua terhipnosis dengan panorama bulan ini. Sambil menyantap makanan, mata saya tak lepas dari Sang Rembulan. Dan sampai kami semua tidur, cahaya bulan yang bersinar terang masih menyinari kami. Terimakasih, sudah membuat malam penutup di Basecamp Danau-danau ini menjadi sangat istimewa.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak