Papua Nggak Kalah dengan Mesir, Punya Mumi 392 Tahun

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Papua Nggak Kalah dengan Mesir, Punya Mumi 392 Tahun

Johanes Randy Prakoso - detikTravel
Rabu, 23 Sep 2015 19:25 WIB
Papua Nggak Kalah dengan Mesir, Punya Mumi 392 Tahun
Mumi Wimotok Mabel yang berusia ratusan tahun (Randy/detikTravel)
Wamena - Selain di Mesir, ternyata di Papua juga terdapat mumi berumur ratusan tahun. Jika berkunjung ke Wamena, traveler bisa melihat dan mengagumi mumi Suku Dani yang berumur hampir 4 abad.

Saat kunjungan detikTravel bersama Mahakarya Indonesia ke Wamena, Rabu (16/9/2015) rombongan sempat singgah ke Kampung Yiwika di Distrik Kurulu yang berada di Lembah Baliem. Dalam kesempatan tersebut, saya dan rombongan dipersilakan oleh masyarakat sekitar untuk melihat mumi Papua yang sudah berumur ratusan tahun.

Masuk ke Kampung Yiwika, rombongan pun disambut oleh Markus Mabel yang merupakan tokoh adat setempat serta keluarga dari mumi yang ada di kampung tersebut. Adapun mumi yang ada di kampung tersebut ditaruh di dalam sebuah rumah honai tertutup yang hanya sesekali dibuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada rombongan, Markus bercerita bahwa mumi tersebut merupakan leluhurnya yang bernama Wimotok Mabel. Markus pun merupakan generasi ke enam dari Wimotok Mabel yang ditugaskan untuk menjaga mumi tersebut.

"Ini mumi leluhur saya yang sudah berumur 392 tahun. Tidak sembarang orang bisa dimumikan, hanya ksatria atau panglima perang saja," ujar Markus Mabel.

Suku Dani di Papua memang memiliki tradisi menguburkan kerabat dengan cara menjadikannya mumi. Namun berbeda dengan mumi di Mesir yang dibalsem dan dikubur di peti, mumi di Papua diawetkan dengan cara puasa dan diasapkan.



Secara fisik, mumi Wimotok Mabel berada dalam posisi duduk menempel dan berwarna hitam. Agaknya mumi tersebut diasapi begitu lama hingga akhirnya mengeras hampir seperti batu. Tampak juga aksesori yang dahulu dikenakan di bagian dadanya.

"Sebelum meninggal ditaruh di pondok lalu diasapi dua bulan, posisinya sama persis seperti waktu itu," cerita Markus.

Bagi masyarakat Suku Dani, mumi dianggap sebagai peninggalan leluhur yang sakral dan membawa kesuburan. Adapun mumi di Kampung Yiwika dapat dilihat oleh pengunjung dan turis yang penasaran. Di satu sisi, mumi tersebut juga menjadi atraksi wisata dan pemasukan bagi warga kampung sekitar.

Sedangkan Menurut pemandu kami yang bernama Herriman Sihotang, beliau sudah pernah melihat tiga mumi yang tersebar di beberapa tempat di Lembah Baliem, Wamena. Namun tidak semua mumi dapat dilihat oleh pengunjung secara langsung.

Pada akhirnya perjalanan di tanah Papua mengajarkan betapa kayanya budaya Indonesia. Traveler yang penasaran dengan mumi tentunya tidak perlu jauh-jauh ke Mesir. Datang saja ke Wamena di Papua untuk melihat mumi Suku Dani yang otentik.

(rdy/adf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads