detikTravel berkesempatan mengunjungi Danau Kelimutu dalam rangka menghadiri Festival Danau Kelimutu yang diadakan setiap tanggal 14 Agustus, selama dua tahun terakhir. Saat itulah kesempatan mengabadikan danau cantik ini tidak kami sia-siakan. Namun, alangkah terkejutnya begitu melihat hasil foto yang dibandingkan selama 2 tahun terakhir. Warna danaunya bisa berbeda!
Ketika disandingkan detikTravel, Selasa (29/9/2015), foto danau Ata Polo, salah satu dari danau 3 warna di Kelimutu, terdapat adanya perbedaan warna dari foto yang diambil pada tahun 2014, dan yang diambil pada tahun 2015. Padahal jarak pengambilan gambar hanya berselang 1 tahun saja.
Foto sebelah kiri diambil detikTravel pada bulan Agustus 2014, sementara pada foto sebelah kanan diambil pada bulan Agustus 2015. Hanya dalam tempo satu tahun, perubahan warna danau sudah bisa dilihat dengan nyata. Dari yang semula berwarna kehitaman berubah menjadi hijau toska. Sungguh suatu keajaiban alam yang unik!
Perubahan warna ini sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Bisa saja terjadi karena interaksi komponen kimiawi bakteri yang terdapat di dalam air danau dengan faktor lingkungan. Atau bisa juga terjadi karena faktor pembiasan cahaya matahari.
Namun masyarakat setempat percaya bahwa perubahan warna ini disebabkan oleh faktor lain. Masyarakat Suku Lio percaya bahwa arwah orang yang sudah meninggal akan bersemayam di Danau Kelimutu. Khusus dalam hal Danau Ata Polo, arwah orang-orang jahat atau tukang sihir akan bersemayam di sana.
Boleh percaya boleh tidak, yang jelas fenomena alam unik ini menjadi keunggulan utama Danau Kelimutu dibandingkan dengan danau lain di Indonesia. Tak heran jika ratusan turis baik wisnus maupun wisman datang ke sana setiap harinya. Sungguh keajaiban alam yang dimiliki
Indonesia!
(rdy/adf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru