Noken, Bukti Kekuatan Perempuan Papua

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015

Noken, Bukti Kekuatan Perempuan Papua

Afif Farhan - detikTravel
Rabu, 30 Sep 2015 12:10 WIB
Noken, Bukti Kekuatan Perempuan Papua
Wanita Papua yang membawa banyak barang dengan noken (Afif/detikTravel)
Ugimba - Noken adalah tas asli dari Papua yang terbuat dari serat kulit kayu. Noken menjadi bukti keperkasaan wanita Papua karena mereka menggunakannya untuk membawa barang puluhan kilogram.

Satu hal yang pasti kamu lihat saat melancong ke Papua, adalah wanita-wanita di sana yang selalu mengenakan noken. Baik di kota-kota besar seperti Jayapura, bahkan sampai di desa-desa di pedalaman hutan.

"Noken ini digunakan oleh wanita-wanita di sini untuk mengangkut barang-barang. Itu banyak macamnya," ujar Malama, seorang warga Desa Ugimba, Kabupaten Intan Jaya kepada tim Ekspedisi Jurnalis ke Carstensz 2015 sebelum pendakian ke Puncak Carstensz, pertengahan Agustus kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serat kulit kayu pada noken sangatlah elastis dan kuat. Maka tak heran, barang-barang yang berat akan mampu masuk ke dalamnya. Tapi, tergantung dari besar kecilnya ukuran noken. Pemakai noken mayoritas adalah para wanita.



Malama melanjutkan, barang-barang yang bisanya dimasukan ke dalam noken yakni makanan seperti ubi-ubian, sayur mayur dan hasil kebun lainnya. Menurutnya, berat barang-barang tersebut belum seberapa.

"Babi dan bayi itu bisa masuk ke noken. Nokennya kuat, tidak rusak. Wanitanya juga kuat-kuat," kata Malama.

Bahkan, para wanita Papua mampu mengangkat potongan kayu sampai batu-batu sungai dengan noken. Beratnya tidak main-main, bisa sampai 30 kilogram!



"Mereka (wanita) sudah biasa bawa noken itu. Mereka dari kecil sudah dibuatkan noken, lalu belajar membawanya. Ah, cara pakainya tidak seperti pakai tas," papar Malama.

Cara memakainya ada dua. Pertama, noken ditaruh di belakang badan dan ditahan dengan menggunakan dahi. Sebelumnya, dahi sudah diberi pakaian atau kain agar tidak mudah lecet saat tergesek.

"Pria biasanya memakai di dada. Nokennya ditahan dengan dada," kata Malama memberitahu cara kedua.

Saya sendiri coba memakai noken, untuk merasakan seberapa susahnya sih. Oh benar kata Malama, satu noken yang berisi penuh ubi dan kol saja sudah berat. Apalagi kalau yang lain isinya.

"Ini wanita Papua perkasa pakai noken. Porter yang menemani kita ke Carstensz juga membawa barang pakai noken toh. Mereka bisa bawa 20 kilo, 30 kilo kah," tutup Malama.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads