Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Nov 2015 16:12 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Tidak Kalah Dengan Mesir, Lampung Juga Punya Piramida

Afif Farhan
detikTravel
Punden berundak yang seperti piramida di Taman Purbakala Pugung Raharjo (Rasuane Noor/dTraveler)
Punden berundak yang seperti piramida di Taman Purbakala Pugung Raharjo (Rasuane Noor/dTraveler)

FOKUS BERITA

Pesona Wisata Lampung
Lampung Timur - Siapa bilang piramida cuma ada di Mesir. Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung juga punya pundek berundak yang bentuknya piramida.

Bicara soal wisata di Lampung, kebanyakan traveler akan menyebut Teluk Kiluan, Pulau Pahawang atau Taman Nasional Way Kambas. Satu yang luput dari perhatian adalah Taman Purbakala Pugung Raharjo.

Ditengok dari situs Kemendikbud, Kamis (12/11/2015) Taman Purbakala Pugung Raharjo berlokasi di Desa Pugungraharjo, kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Dari pusat Kota Bandar Lampung, jaraknya sekitar 2 jam lebih.

Cukup jauh memang, tapi perjalanan traveler ke sana tidak akan sia-sia. Di Taman Purbakala Pugung Raharjo terdapat punden berundak yang bentuknya seperti piramida di Mesir. Bukan cuma satu tetapi ada 13 piramida berukuran mini!


Punden berundak seperti piramida (Rasuane Noor/dTraveler)

Mari kenali dulu sejarahnya, Taman Purbakala Pugung Raharjo dulunya masih hutan belantara. Hutan yang penuh pepohonan dan konon dianggap angker. Ketika warga transmigran datang ke Lampung di tahun 1957, mereka menempati hutan tersebut. Terkejut bukan mainlah mereka, kala menemukan banyak peninggalan-peninggalan purbakala seperi batu-batu berlubang, patung dan arca. Termasuk punden-punden berundak tersebut.

Pemerintah Lampung langsung menutup kawasan hutannya (yang kemudian diberi nama Situs Pugung Raharjo) yang seluas 30 hektar untuk dilindungi dan diteliti. Tahun 1968, dilakukan penelitian awal oleh Lembaga Purbakala yang dipimpin Drs Buchori. Lanjut pada tahun 1973, Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional bekerjasama dengan Pennsylvania Museum University melakukan pencatatan dan pendokumentasian di sana.

Barulah di antara tahun 1977 sampai 1984, Situs Pugung Raharjo resmi dipugar. Hal itu dilakukan oleh Jenderal Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala melalui Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Lampung. Dari hasil penelitian, orang-orang purba memang tinggal di sana.

Para peneliti pun menilai, Situs Pugung Raharjo sangat unik. Sebab, peninggalan-peninggalan zaman megalitik (dari tahun 2500 SM), klasik (Hindu-Buddha) sampai Islam terdapat lengkap. Beberapa artefak yang ditemukan di sana seperti keramik asing dari berbagai dinasti, keramik lokal, manik-manik, dolmen, menhir, pisau, mata tombak, batu berlubang, batu asahan, batu pipisan, kapak batu, batu trap punden, gelang perunggu, dan batu bergores.


Plang informasi (Rasuane Noor/dTraveler)

Ada pula peninggalan-peningalan berupa suatu bangunan atau melambangkan tempat. Ada Benteng Pugungraharjo yang bentuknya gundukan tanah dan komplek batu kandang atau dikenal juga dengan nama batu mayat!

Jadi, terdapat sekelompok batu besar yang disusun dalam bentuk empat persegi dengan arah ke timur dan barat. Di bagian tengah kelompok batu besar ini terdapat bulat panjang yang di kedua ujungnya dipahatkan phallus (lambang alat kelamin laki-laki).

13 Piramida pun menjadi salah satu bangunan yang ditemukan di sana. Satu punden berundak piramida memiliki tiga tingakatan. Piramidanya terdiri dari batu-batu yang tersusun rapi. Batuan ini berfungsi sebagai tangga dan pembatas di sekitarnya.

Traveler bisa masuk ke Taman Purbakala Pugung Raharjo untuk melihatnya dari dekat. Yang jadi misteri, belum ada penjelasan pasti mengenai piramida berundak di sana. Apakah dipakai untuk menyembah sesuatu atau dijadikan semacam tempat melakukan ritual-ritual tertentu. Coba deh, datangi langsung.


Gundukan tanah ini dulunya benteng (Rasuane Noor/dTraveler)

(aff/aff)

FOKUS BERITA

Pesona Wisata Lampung
BERITA TERKAIT
BACA JUGA