Kawasan satu ini menjadi area favorit bagi yang gemar berfoto selfie. Nuansa batuan cadas dan pesona keindahan kawah terasa menggoda mata. Open Pit, namanya.
Terletak di puncak Bukit Ki Karak, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Bangka Belitung. Kini area tersebut menjadi ikon baru yang dimiliki daerah berjuluk 'Negeri Sejuta Pelangi'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baban/detikTravel)
Iwan memandu detiktravel dan sejumlah awak media lainnya dalam kegiatan Jurnalis Trip 2015 di Kabupaten Belitung Timur, Minggu (22/11/2015) kemarin.
Open Pit merupakan sisa bekas penambangan timah. Lokasinya sejauh 60 km atau berjarak tempuh 2 jam menggunakan mobil dari Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung. Jika dari Manggar, ibukota Belitung Timur, jaraknya sekitar 30 km atau mesti ditempuh 1 jam.
Pemerintahan Belanda memberikan hak eksploitasi tambang timah di Pulau Bangka dan Belitung kepada perusahaan BHP Bilition asal Australia pada 1971-1985. Lalu, pihak Australia mengalihkan operasi penambangan timah di Bukti Ki Karak kepada perusahaan Preussag GmbH of Hannover asal Jerman hingga akhir 1989.
"Karena sudah tidak ada aktivitas penambangan, Open Pit ini memiliki potensi pariwisata. Kami pun gencar mempromosikan keindahan Open Pit," kata Iwan.
(Baban/detikTravel)
Galian raksasa nan memukau sisa penambangan ini membentuk wujud seperti kawah. Air menggenangi lubang galian serta memantulkan warna hijau. "Kadang juga berwarna biru," ujar Iwan.
Keunikan itulah menjadikan Open Pit diburu fotografer landscape dan kerap dibidik sebagai lokasi foto pre-wedding. Kondisi kawah yang juga mirip danau itu dikelilingi gagahnya bebatuan yang bertekstur berundak.
Ada sejumlah spot yang cocok untuk mengabadikan momen melalui jepretan kamera. Tepat di belakang Open Pit hadir pemandangan keren hamparan luas perkebunan sawit.
(Baban/detikTravel)
Menuju puncak Open Pit, traveler harus berjalan kaki sejauh 500 m dengan kondisi jalan berbatu dan rusak serta menanjak. Kendaraan roda empat tak bisa melintas sehingga harus parkir di kaki bukit.
Keseriusan Disbudpar Belitung Timur memamerkan Open Pit sepatutnya dibarengi dengan infrastruktur serta kesiapan sumber daya manusia. Sebab di area Open Pit belum dipasang pagar pengaman ataupun pelang tanda imbauan hati-hati.
Disbudpar Belitung Timur perlu menyiagakan petugas guna mengawasi dan mengingatkan keselamatan orang-orang yang berkunjung ke Open Pit. Hal ini megingat kondisi perbukitan yang dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah. Sarana tempat sampah pun harus segera tersedia agar kebersihan tetap terjaga.
(Baban/detikTravel)
(bbn/krn)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral di Medsos, Peserta Tur Asal Madiun Diduga Kabur Saat Liburan ke Korea Selatan