"Ini gading gajah, mas kawin yang dipakai orang-orang zaman dulu di Maluku," ujar Thommy Papuling, pemandu Museum Siwalima di Jl Taman Makmur, Kecamatan Nisa Niwe, Kota Ambon kepada detikTravel beberapa waktu lalu.
Gading gajahnya tersimpan dalam satu kotak kaca besar. Panjangnya mungkin sekitar 1 meter lebih dan tampilannya masih bagus. Menurut Thommy, gading gajah ini adalah gading gajahh asli dan bukan replika. Tapi bukannya, tidak ada gajah yang hidup di Maluku ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gading gajah (paling kiri) di simpan di kotak kaca besar (Afif/detikTravel)
Oleh sebab itulah, gading gajah dianggap benda yang paling mahal. Sampai-sampai, kala itu digunakan sebagai mas kawin. Bukan cuma satu, tapi bisa dua sampai tiga gading gajah yang harus diperlukan pria untuk meminang sang gadis.
"Harganya mahal sekali pasti. Makanya, kalau ke rumah orang-orang Maluku pasti ada gading gajah. Itu peninggalan orang-orang tuanya," ujar Thommy.
Kini, praktek menjadikan gading gajah sebagai mas kawin sudah tidak ada lagi. Sayangnya, mereka yang memiliki gading gajah justru menjualnya untuk dijadikan uang. Kalau penasaran melihat gading gajah sebagai mas kawin di Maluku, datang saja ke Museum Siwalima ini.
Potret penjual gading gajah di zaman dulu (sebelah kiri) (Afif/detikTravel)
(rdy/fay)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi