Masyarakat Jempong mempercayai sumur yang terletak di komplek Masjid Nurul Falah adalah sumur keramat. Sumur tersebut telah berusia 60 tahun lebih.
Konon cerita dari sesepuh Desa Jompong, sumur tersebut ada berkat seorang kiai yang menaruh kendi di atas tanah Desa Jompong. Setelah itu, kiai tersebut berdoa pada Tuhan dan kemudian keluarlah air dari dalam tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumurnya yang berada di dalam komplek Masjid Nurul Falah (Yudhistira/detikTravel)
Saat tiba di Desa Jompong, saya bertanya kepada masyarakat sekitar letak dari Masjid Perahu. Karena sumur keramat ini terletak di komplek Masjid Nurul Falah atau Masjid Perahu. Begitu tiba, saya disambut oleh pengurus masjid bernama Sardan.
Sardan menjelaskan sumber mata air ini berasal dari utara Lombok. Namun ia tidak mengetahui dari mana pastinya sumber air tersebut.
"Kata orang tua dulu itu airnya dari arah utara. Sebelum dibuat sumur ini, yang buat pakai doa-doa dulu. Dulu daerah sini kering sekali. Lalu yang buat tanam kendi dan kemudian dibacakan doa muncul airnya. Dan makin banyak akhirnya dijadikan sumur," kata Sardan.
Pembuatan sumur pun tidak seperti membuat sumur biasa. Karena air ini dianggap sakti, ketika dibuat maka banyak doa-doa yang dipanjatkan selama proses pembuatan sumur ini.
Sumur yang airnya dianggap bisa menyembuhkan penyakit (Yudhistira/detikTravel)
Sumur ini dibuat selama satu tahun dengan dua pekerja. Karena kesaktiannya sampai saat ini masyarakat Jempong masih mempercayai air dari sumur tersebut yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit.
"Kadang ada anak yang sakit panas tidak sembuh-sembuh. Orang tuanya tidak bawa ke dokter namun ia ambil tiga botol yang diisikan air sumur ini. Kemudian air sumur ini dibuat mandi. Alhamdulillah karena Allah SWT lewat air ini, anak tersebut sembuh," jelas Sardan.
Sumur ini juga tidak pernah kering walau musim kering melanda Desa Jempong. Sampai saat ini, sumur keramat ini terawat dengan baik.
(fay/fay)












































Komentar Terbanyak
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditarik ke Politik, Jokowi: Nggak Nyambung
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi