Berbagai sisi Monas, yang sedang menjadi lokasi aksi damai, memang menarik perhatian. Seperti lapisan emas di puncaknya yang menarik ditelusuri asal muasalnya.
Menjadi landmark Jakarta yang begitu populer, Monas hampir setiap hari dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Sebelum naik ke cawan atau puncak Monas, tentunya traveler dapat menikmati arsitektur bangunan ini, lengkap dengan lapisan emas di puncaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berat emasnya total 50 kg (Grandyos Zafna Manase Mesah/detikFoto) |
Namun ada pula sejumlah sejarawan yang mengatakan hal tersebut tidak bisa dipastikan. Dulu memang ada bantuan emas dari beberapa daerah di Indonesia saat pembangunan Monas, tapi siapa saja orangnya yang membantu tak ada catatan pastinya.
Memasuki tahun 1995, demi merayakan ulang tahun emas Republik Indonesia ke-50, pemerintah menambah bobot emas agar genap menjadi 50 kilogram. Penambahan emas ini tak lepas dari peran Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi yang menjabat saat itu, Joop Ave.
Peserta Aksi Damai 2 Desember (Hasan Al Habshy/detikTravel) |
Menariknya lagi, emas ini tetap indah walaupun tidak ikut dibersihkan saat Monas dimandikan tahun 2014 kemarin. Lapisan kuning berkilau ini tidak diusik sebab tak ada masalah serius dan kondisinya cukup bersih karena selalu terkena air hujan. (krn/fay)











































Berat emasnya total 50 kg (Grandyos Zafna Manase Mesah/detikFoto)
Peserta Aksi Damai 2 Desember (Hasan Al Habshy/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA