Prancis Harap Turis Tak Batalkan Liburan, Meski Eropa Dilanda Kebakaran

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Prancis Harap Turis Tak Batalkan Liburan, Meski Eropa Dilanda Kebakaran

Muhammad Lugas Pribady - detikTravel
Selasa, 04 Agu 2026 20:02 WIB
Kebakaran Hutan di Eropa Picu Evakuasi Puluhan Ribu Warga
Ilustrasi kebakaran di Prancis. (DW)
Paris -

Pemerintah Prancis mengharapkan wisatawan tidak membatalkan rencana liburan musim panas ke Prancis dan wilayah Eropa lainnya di tengah kebakaran terjadi.

Wisatawan diminta tetap datang berlibur karena sebagian besar destinasi di Prancis tetap aman untuk dikunjungi. Imbauan itu disampaikan Menteri Kemitraan Internasional Prancis, Eleonore Caroit.

Mengutip The Standard, Selasa (4/8/2026) Caroit mengatakan meski kebakaran hutan tahun ini menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak seluruh wilayah Prancis terdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bukan sekadar insiden, melainkan sebuah tragedi. Tahun ini hampir 50 ribu hektare lahan telah terbakar, kondisinya jauh lebih buruk dibandingkan tahun lalu, bahkan lebih parah daripada 2022 yang sebelumnya menjadi tahun terburuk bagi kami," ungkap Caroit.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, ia memastikan sebagian besar wilayah Prancis masih aman untuk didatangi wisatawan. Caroit meminta turis tetap berlibur, namun selalu memperbarui informasi mengenai kondisi di daerah tujuan.

"Saya berada di Paris dan di sini tidak terjadi apa-apa, sebagian besar wilayah Prancis juga baik-baik saja. Jadi silakan datang ke Prancis dan jangan membatalkan rencana perjalanan Anda," jelasnya.

"Namun, di mana pun berada, pastikan selalu mengikuti perkembangan situasi di lokasi tujuan," Caroit menegaskan.

Hingga kini, sekitar 141 ribu warga dan wisatawan telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes di barat daya Prancis akibat kebakaran hutan. Militer turut diterjunkan untuk membantu pemadaman, sementara ribuan warga di kawasan pinggiran Bordeaux juga dievakuasi sebagai langkah antisipasi meluasnya api.

Prancis juga mengaktifkan European Civil Protection Mechanism, skema bantuan darurat Uni Eropa untuk menghadapi bencana. Melalui kerja sama itu, Kroasia mengirim dua pesawat pengebom air, Portugal mengerahkan dua pesawat pemadam, sedangkan Republik Ceko dan Slovakia mengirim helikopter Black Hawk untuk membantu proses pemadaman.

Kebakaran hutan tidak hanya terjadi di Prancis, di Spanyol, api melahap sekitar 62 ribu acre atau lebih dari 25 ribu hektare lahan di sekitar Madrid.

Caroit menilai kebakaran yang melanda Prancis dan sejumlah negara lain harus menjadi peringatan bagi dunia. "Kondisi seperti ini juga terjadi di banyak negara. Dampak perubahan iklim kini terlihat nyata, kita harus menganggap persoalan ini dengan serius dan Prancis telah menginvestasikan jutaan euro, tetapi ternyata itu masih belum cukup," lengkapnya.



(upd/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads