Devdan Show: Trasure of Archipelago adalah pertunjukan teater yang digelar Bali Nusa Dua Theatre sejak tahun 2011. Pertunjukan ini menampilkan sendratari tradisional dipadu dengan koreografi tari modern dari Bali, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Papua.
detikTravel menonton pertunjukan apik ini, Senin (19/12/2016) malam dalam rangkaian acara Google Search #SelaluTauYangSeru. Lewat aplikasi Google App, traveler bisa bertanya soal Devdan Show ini lewat OK Google. Perintah pencarian tinggal diucapkan dan Google akan merekam suara dan menampilkan informasi Devdan Show.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tari Kecak dengan efek api (Fitraya/detikTravel) |
Benda pertama adalah Udeng, ikat kepala Bali. Tampil kemudian di panggung adalah Tari Lesung, arak-arakan Dewi Uma, ritual Odalan dan Tari Kecak. Saat Tari Kecak, ada efek api yang keluar dan mendramatisir suasana. Keren!
Babak kedua ditandai dengan tenun Songket Sumatera. Panggung pun nuansanya berubah menjadi tanah Minang menampilkan perangkat tenun songket dan Tari Hujan dengan tirai air sungguhan yang turun dari langit-langit ke kolam panjang di depan panggung. Ada juga aksi akrobatik bersalto melompati bendera yang dikibaskan, atraksi pecut dan tentunya Tari Saman khas Aceh yang begitu kompak.
Tari Saman khas Aceh yang memukau (Fitraya/detikTravel) |
Babak selanjutnya adalah Jawa ditandai dengan harta karun berupa keris. Di panggung tampil rumah Joglo dengan Tari Prajurit dan Tari Bedhaya khas keraton. Tari prajurit ini juga memiliki aksi sulap menusuk perut yang diberikan tepuk tangan penonton. Ada juga tarian dipadu dengan pertunjukan wayang kulit, kemudian tari hip hop yang mewakili tarian anak muda yang kekinian.
Memasuki babak keempat adalah Kalimantan yang ditandai dengan terompet kerang. Aksi dimulai dengan sandiwara komedi para aktor berkostum monyet yang lucu. Monyet-monyet ini berkeliaran sampai ke bangku-bangku penonton.
Tari Air yang eksotis (Fitraya/detikTravel) |
Babak penutup adalah koteka menandai Papua. Rumah Honai menghias panggung diikuti dengan tarian papua yang enerjik dan aksi perkusi dengan Tifa khas Papua. Pertunjukan ditutup dengan aksi tarian api yang mendebarkan!
"Bedanya dengan pertunjukan sejenis di luar negeri adalah, kami memadukan tarian dengan aksi akrobatik dan tampil dengan perpaduan budaya yang begitu kaya dari Indonesia. Kalau menonton ini dijamin kamu semakin cinta dengan Indonesia," kata Handari.
Tari Dayak mengajak penonton menari bersama (Fitraya/detikTravel) |
Indonesia adalah harta karun, untuk traveler yang ingin mengetahuinya. Devdan Show bisa ditonton di Bali Nusa Dua Theater 4 kali seminggu yaitu Senin, Rabu, Jumat, Sabtu. Harga tiketnya Rp 300.000-1.000.000 bergantung posisi duduknya. (fay/krn)












































Tari Kecak dengan efek api (Fitraya/detikTravel)
Tari Saman khas Aceh yang memukau (Fitraya/detikTravel)
Tari Air yang eksotis (Fitraya/detikTravel)
Tari Dayak mengajak penonton menari bersama (Fitraya/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru