Mau Liburan di Kediri, Datangi 5 Tempat Wisata Ini!
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Weekend Getaway

Mau Liburan di Kediri, Datangi 5 Tempat Wisata Ini!

Kurnia Yustiana - detikTravel
Jumat, 20 Jan 2017 18:30 WIB
Mau Liburan di Kediri, Datangi 5 Tempat Wisata Ini!
Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri (Van Alvin/d'Traveler)
Kediri - Akhir pekan kali ini, tak ada salahnya coba liburan ke Kediri. Banyak objek wisata menarik yang bisa dikunjungi.

Kediri, yang letaknya sekitar 130 km dari Surabaya menyimpan potensi wisata yang sayang dilewatkan. Ada monumen yang mirip dengan Arc de Triomphe di Prancis, hingga destinasi wisata alam seperti Gunung Kelud.

Dirangkum detikTravel, Jumat (20/1/2017), berikut 5 tempat wisata yang asyik dikunjungi saat liburan akhir pekan di Kediri:

1. Bukit Ongakan

Foto: (Van Alvin/d'Traveler)
Yang pertama, ada Wana Wisata Bukit Ongakan yang sedang hits di Kediri. Di lokasi wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Karangtaruna Desa Bosowo tersebut, pengunjung bisa menikmati suasana alam yang masih asri dengan pemandangan gugusan bukit yang berjajar seolah-olah seperti punggung kura-kura.

Dari sana terlihat perbukitan hijau, Gunung Kelud hingga Waduk Selorejo. Selain suasananya yang sejuk, dari atas para pengunjung dapat berfoto ria dengan latar pemandangan cantik tersebut.

Asyiknya lagi, biaya masuknya tergolong ramah di kantong. Traveler hanya perlu membayar sekitar Rp 5 ribu bagi yang membawa motor, dan Rp 20 ribu untuk kendaraan roda empat.

2. Monumen Simpang Lima Gumul

(kediri.go.id)
Traveler yang penasaran dengan Arch de Triomphe tapi belum sempat ke Paris, bisa melihat kembarannya dulu di Kediri. Monumen Simpang Lima Gumul itu berdiri tepat di tengah 5 simpang jalan dari Pari, Kediri, Plosoklaten dan Menang. Bentuknya begitu mirip dengan gapura Arc de Triomphe.

Monumen setinggi 25 meter itu menggambarkan spirit kejayaan Kediri. Di berbagai sisinya, ditonjolkan ornamen seni khas Kediri. Di beberapa sisi terdapat pahatan relief mengenai sejarah berdirinya Kota Kediri. Lalu ada pula pahatan yang menceritakan kesenian dan kebudayaan yang ada sekarang.

Waktu terbaik untuk melihat Monumen SLG yang mirip dengan Arc de Triomphe ini adalah saat malam. Lampu yang menerangi monumen tercipta begitu magis sehingga serasa seperti di Paris. Cantik!

3. Gunung Kelud

Foto: (Thinkstock)
Traveler pecinta alam tampaknya sayang sekali jika ke Kediri tapi tak mampir ke Gunung Kelud. Gunung ini ada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang. Selama perjalanan menuju ke sana, traveler sudah dapat menikmati pemandangan memesona.

Setelah traveler tiba di tempat parkir, tanpa harus capek mendaki terlebih dahulu, pemandangan sekitar Gunung Kelud yang cantik sudah tampak memanjakan mata. Kalau mau, traveler bisa naik lagi ke tempat yang lebih tinggi dengan ojek. Tapi kalau tidak, sekadar istirahat sejenak di kios-kios yang ada pun asyik juga.

4. Ekowisata Sumber Jiput

Foto: (Andhika Dwi/detikTravel)
Sumber Jiput merupakan wisata mata air di Kelurahan Rejomulyo yang dulu disakralkan oleh warga sekitar. Kini tempat tersebut menjadi lokasi ekowisata.

Menurut warga sekitar, konon Sumber Jiput merupakan sumber dari mata air dan angin. Ada lebih dari 3 sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan warga sekitar untuk bercocok tanam, minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kisahnya, mata air tersebut menjadi sumber munculnya angin yang secara misterius datang dari lokasi itu, yang berubah menjadi angin puting beliung. Lalu oleh Pemerintah Belanda, sejumlah mata air ditutup dengan menggunakan jiput atau sapu lidi. Itulah asal muasal nama Sumber Jiput.

Ada 3 kolam di sini, di mana 1 kolam besar untuk memancing dan 2 kolam lainnya bisa untuk berendam dan berenang. Di sekitar Sumber Jiput juga ada pepohonan langka, tapi traveler harus berhati-hati karena ada pohon yang getahnya beracun.

5. Gua Surowono

Foto: (Van Alvin/d'Traveler)
Satu lagi yang menarik di Kediri adalah Gua Surowono. Terletak di Desa Canggu, kabarnya gua ini masih bagian dari sistem pengairan Candi Surowono yang berdiri sejak zaman Kerajaan Kediri. Traveler dapat masuk ke dalam gua yang menyusuri lorong-lorongnya, tentunya dengan ditemani pemandu.

Dari sejumlah lorong yang ada, sekitar 4 saja yang bisa dilewati pengunjung. Ada lorong yang bisa dilewati dengan berjalan biasa, ada pula yang haris merunduk karena langit-langitnya lebih rendah. Jelajah gua ini dengan berbekal senter pun begitu menantang dan menjadi pengalaman liburan tak terlupa.

Halaman 2 dari 6
Yang pertama, ada Wana Wisata Bukit Ongakan yang sedang hits di Kediri. Di lokasi wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Karangtaruna Desa Bosowo tersebut, pengunjung bisa menikmati suasana alam yang masih asri dengan pemandangan gugusan bukit yang berjajar seolah-olah seperti punggung kura-kura.

Dari sana terlihat perbukitan hijau, Gunung Kelud hingga Waduk Selorejo. Selain suasananya yang sejuk, dari atas para pengunjung dapat berfoto ria dengan latar pemandangan cantik tersebut.

Asyiknya lagi, biaya masuknya tergolong ramah di kantong. Traveler hanya perlu membayar sekitar Rp 5 ribu bagi yang membawa motor, dan Rp 20 ribu untuk kendaraan roda empat.

Traveler yang penasaran dengan Arch de Triomphe tapi belum sempat ke Paris, bisa melihat kembarannya dulu di Kediri. Monumen Simpang Lima Gumul itu berdiri tepat di tengah 5 simpang jalan dari Pari, Kediri, Plosoklaten dan Menang. Bentuknya begitu mirip dengan gapura Arc de Triomphe.

Monumen setinggi 25 meter itu menggambarkan spirit kejayaan Kediri. Di berbagai sisinya, ditonjolkan ornamen seni khas Kediri. Di beberapa sisi terdapat pahatan relief mengenai sejarah berdirinya Kota Kediri. Lalu ada pula pahatan yang menceritakan kesenian dan kebudayaan yang ada sekarang.

Waktu terbaik untuk melihat Monumen SLG yang mirip dengan Arc de Triomphe ini adalah saat malam. Lampu yang menerangi monumen tercipta begitu magis sehingga serasa seperti di Paris. Cantik!

Traveler pecinta alam tampaknya sayang sekali jika ke Kediri tapi tak mampir ke Gunung Kelud. Gunung ini ada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Blitar dan Malang. Selama perjalanan menuju ke sana, traveler sudah dapat menikmati pemandangan memesona.

Setelah traveler tiba di tempat parkir, tanpa harus capek mendaki terlebih dahulu, pemandangan sekitar Gunung Kelud yang cantik sudah tampak memanjakan mata. Kalau mau, traveler bisa naik lagi ke tempat yang lebih tinggi dengan ojek. Tapi kalau tidak, sekadar istirahat sejenak di kios-kios yang ada pun asyik juga.

Sumber Jiput merupakan wisata mata air di Kelurahan Rejomulyo yang dulu disakralkan oleh warga sekitar. Kini tempat tersebut menjadi lokasi ekowisata.

Menurut warga sekitar, konon Sumber Jiput merupakan sumber dari mata air dan angin. Ada lebih dari 3 sumber mata air yang menjadi sumber kehidupan warga sekitar untuk bercocok tanam, minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Kisahnya, mata air tersebut menjadi sumber munculnya angin yang secara misterius datang dari lokasi itu, yang berubah menjadi angin puting beliung. Lalu oleh Pemerintah Belanda, sejumlah mata air ditutup dengan menggunakan jiput atau sapu lidi. Itulah asal muasal nama Sumber Jiput.

Ada 3 kolam di sini, di mana 1 kolam besar untuk memancing dan 2 kolam lainnya bisa untuk berendam dan berenang. Di sekitar Sumber Jiput juga ada pepohonan langka, tapi traveler harus berhati-hati karena ada pohon yang getahnya beracun.

Satu lagi yang menarik di Kediri adalah Gua Surowono. Terletak di Desa Canggu, kabarnya gua ini masih bagian dari sistem pengairan Candi Surowono yang berdiri sejak zaman Kerajaan Kediri. Traveler dapat masuk ke dalam gua yang menyusuri lorong-lorongnya, tentunya dengan ditemani pemandu.

Dari sejumlah lorong yang ada, sekitar 4 saja yang bisa dilewati pengunjung. Ada lorong yang bisa dilewati dengan berjalan biasa, ada pula yang haris merunduk karena langit-langitnya lebih rendah. Jelajah gua ini dengan berbekal senter pun begitu menantang dan menjadi pengalaman liburan tak terlupa.

(rdy/rdy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads